Makalah Obat Tradisional Saluran Pencernaan: Nama: Hen Billy Herson Libing NIM: PO530333219317 Tingkat 2 B
Makalah Obat Tradisional Saluran Pencernaan: Nama: Hen Billy Herson Libing NIM: PO530333219317 Tingkat 2 B
Makalah Obat Tradisional Saluran Pencernaan: Nama: Hen Billy Herson Libing NIM: PO530333219317 Tingkat 2 B
OLEH
PRODI FARMASI
POLTEKKES KEMENKES KUPANG
2021
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Gangguan Pencernaan
2.2 Penyebab dan Gejala Gangguan Pencernaan
2.3 Contoh Obat Tradisional Untuk Pengobatan Gangguan Tradisional
1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian sistem dan gangguan pencernaan
2. Untuk mengetahui pennyebab dan gejala gangguan pencernaan
3. Untuk mengetahui Apasaja obat tradisional untuk gangguan pencernaan
BAB II
PEMBAHASAN
Gangguan pencernaan adalah gangguan dari sistem pencernaan yang mencakup mulut,
kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar, rektum dan anus. Padahal sistem pencernaan
berfungsi untuk menerima makanan, mencerna, menyerap nutrisi, dan membuang sisanya.
Sistem pencernaan merupakan sistem yang memproses mengubah makanan dan
menyerap sari makanan yang berupa nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sistem
pencernaan akan memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang
sederhana dengan bantuan enzim sehingga mudah dicerna oleh tubuh.
Sistem perncernaan mengolah makanan makanan sehingga dapat diserap dan digunakan
oleh sel-sel tubuh secara fisika maupun secara kimia. Sistem pencernaan ini terdiri dari
saluran pencernaan (alimentar), yaitu tuba muscular panjang yang merentang dari mulut
sampai anus, dan organ-organ aksesoris, seperti gigi, lidah, kelenjar saliva, hati, kandung
empedu dan pancreas.Saluran pencernaan yang terletak di bawah area diafragma disebut
saluran grastrointestinal.Sedangkan pengertian dari fisiologi pencernaan itu sendiri adalah
mempelajari fungsi atau kerja system pencernaan dalam keadaannormal.
Penyakit celiac. Penyakit celiac disebabkan oleh reaksi sistem imun terhadap
konsumsi gluten, yaitu protein yang dapat ditemukan pada gandum. Penyakit ini dapat
merusak lapisan usus halus dan membuat nutrisi tidak dapat diserap.
Penyakit batu empedu. Penyumbatan pada saluran empedu ini disebabkan oleh batu
hasil pengkristalan kolesterol ataupun bilirubin.
Wasir. Penyakit ini disebabkan karena pembengkakan pembuluh darah di sekitar atau
di dalam anus.
Gastritis. Gastritis terjadi karena peradangan di dinding lambung, yang dapat terjadi
tiba-tiba (akut), atau berlangsung dalam jangka panjang (kronis).
Sirosis. Sirosis adalah terbentuknya jaringan parut di hati, yang menyebabkan fungsi
hati menurun atau bahkan gagal berfungsi. Sirosis disebabkan karena efek jangka
panjang hepatitis.
Fisura ani. Fisura ani disebabkan karena luka terbuka pada jaringan yang melapisi
anus. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri dan tegang pada dubur atau anus.
Penderita juga dapat mengalami perdarahan saat buang air besar.
2.2.2 Gejala Gangguan Pencernaan
Setiap penyakit pada sistem pencernaan dapat menimbulkan gejala yang beragam.
Namun, berikut beberapa gejala yang paling umum dari gangguan pencernaan dan
kemungkinan penyebabnya
1. Sakit perut
Banyak orang menggunakan istilah sakit perut untuk menggambarkan nyeri, melilit,
kram, atau sensasi apa pun yang terasa tidak nyaman pada perutnya. Pada sebagian besar
kasus, rasa tidak nyaman seperti ini sebetulnya tidaklah berbahaya.Tingkat keparahan sakit
pada perut juga tidak menentukan seberapa serius penyakit yang Anda alami.
Rongga perut merupakan tempat bagi banyak organ pencernaan penting seperti
lambung, usus halus, pankreas, dan sebagainya. Ini sebabnya sakit perut bisa menjadi gejala
umum dari banyak sekali gangguan pencernaan.
Agar dokter dapat mendiagnosis dengan tepat, Anda perlu menjelaskan dengan rinci di
mana nyeri terasa paling kuat. Menurut National Library of Medicine AS, berikut beberapa
cara untuk menggambarkan rasa sakit pada perut Anda.
Nyeri secara umum: nyeri terasa pada lebih dari setengah area perut. Penyebabnya
mungkin infeksi virus, gas yang terperangkap, atau pada kasus yang serius,
penyumbatan usus.
Nyeri lokal: nyeri hanya terasa pada satu bagian perut yang spesifik. Hal ini mungkin
disebabkan oleh masalah pada organ yang dekat dengan area nyeri.
Nyeri seperti kram: nyeri seperti ini biasanya disebabkan oleh gas dan diare, tapi
jangan biarkan nyeri yang disertai demam atau berlangsung lebih dari 24 jam.
Nyeri kolik: nyeri seperti gelombang yang muncul dan hilang secara tiba-tiba. Pada
nyeri yang parah, penyebabnya mungkin serius seperti batu empedu.
Saat Anda mengalami sakit perut, coba perhatikan lamanya nyeri dan gejala apa lagi
yang menyertainya. Sakit perut biasa akan membaik dengan sendirinya. Sebaliknya, sakit
perut akibat gangguan pencernaan tertentu biasanya disertai dengan gejala lain.
2. Perut Kembung
Perut menjadi kembung apabila terdapat banyak gas yang terperangkap dalam lambung
atau usus. Perut yang kembung biasanya tampak membesar serta menimbulkan rasa begah
dan tidak nyaman.
Penumpukan gas dalam perut sering kali disebabkan oleh faktor yang sepele, yaitu makan.
Anda menelan banyak udara ketika makan. Proses pencernaan makanan juga menghasilkan
gas, apalagi bila makanan yang dicerna memiliki kandungan gas yang tinggi.
Selain itu, perut Anda pun bisa menjadi kembung akibat kesulitan mencerna makanan
tinggi zat pati. Pada beberapa orang, kondisi ini justru disebabkan oleh pertumbuhan bakteri
usus yang berlebihan. Bakteri-bakteri ini menghasilkan banyak sekali gas.
Meski demikian, perut kembung juga dapat menjadi gejala dari gangguan pencernaan
tertentu. Berikut di antaranya.
Irritable bowel syndrome: berbagai gejala meliputi kembung, sembelit, sakit perut,
dan kram yang berlangsung selama tiga bulan atau lebih.
Inflammatory bowel disease: peradangan pada lapisan dalam saluran cerna. Kondisi
ini juga meliputi penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.
Gastroparesis: lambatnya proses pengosongan lambung.
Sembelit (konstipasi): kurangnya gerakan usus sehingga feses menjadi kering dan
keras. Akibatnya, penderita sulit buang air besar dan mengalami kembung.
Kanker pada perut, pankreas, dan usus besar
3. Mual Muntah
Mual yang disertai muntah sering dianggap penyakit, padahal keduanya merupakan gejala
gangguan pencernaan. Mual yaitu rasa tak nyaman pada perut yang disertai dengan keinginan
untuk muntah, tapi tidak semua orang yang merasa mual pasti muntah.
Sementara itu, muntah diartikan sebagai keluarnya makanan yang sedang dicerna dalam
lambung melalui mulut. Seseorang biasanya muntah setelah mengalami mual selama
beberapa waktu dan terkena suatu pemicu.
Mual dan muntah dapat menandakan berbagai kondisi, seperti flu perut, keracunan
makanan, mabuk darat, dan infeksi usus. Pada sejumlah kasus, mual dan muntah juga bisa
menjadi ciri dari radang usus buntu, serangan jantung, hingga cedera otak.
Sebagian besar kasus mual dan muntah disebabkan oleh gangguan pencernaan yang
muncul dalam waktu cepat. Akan tetapi, gejala mual dan muntah yang sering muncul atau
berlangsung lama biasanya disebabkan oleh gangguan pencernaan kronis.
Masalah pencernaan yang dimaksud antara lain diare, intoleransi makanan, penyakit
Crohn, serta penyakit celiac. Ada pula kumpulan gejala yang disebut penyakit IBS dengan
ciri utama berupa mual, muntah, dan heartburn.
Baik mual ataupun muntah sebetulnya tidak berbahaya. Anda pun bisa mengatasinya
dengan menghindari pemicu rasa mual dan mengonsumsi secangkir teh jahe. Meski begitu,
jangan abaikan mual dan muntah yang disertai dengan gejala berikut.
Buang air besar berdarah dapat menandakan berbagai macam kondisi, dari gangguan
pencernaan ringan hingga masalah yang lebih parah seperti kanker usus besar. Jadi, orang
yang mengalami gejala ini perlu mencermati kondisi darah yang keluar saat BAB.
Warna feses atau darah yang keluar bersama feses dapat menunjukkan dari mana darah
berasal. Berikut gambarannya.
Darah berwarna merah segar menunjukkan bahwa perdarahan terjadi pada usus besar
atau rektum.
Darah berwarna merah gelap menunjukkan bahwa perdarahan terjadi pada usus halus
atau usus besar.
Darah berwarna hitam (melena) menunjukkan bahwa perdarahan terjadi pada
lambung, biasanya akibat pembentukan luka.
BAB berdarah tak selalu tampak kasatmata. Feses yang dihasilkan bisa saja tampak sehat,
tapi darah mungkin baru terdeteksi saat diamati dengan mikroskop. Selain itu, BAB berdarah
juga dapat ditandai dengan kondisi berikut.
Pada banyak kasus, BAB berdarah sebetulnya bukanlah gejala gangguan pencernaan yang
berbahaya. BAB berdarah akibat wasir misalnya, bisa diatasi dengan mencegah sembelit dan
mengonsumsi obat-obatan untuk wasir.
Namun, perdarahan akibat kanker usus besar atau luka pada saluran cerna tentu perlu
diatasi dengan lebih serius. Ini sebabnya jika Anda mengalami BAB berdarah, Anda perlu
mencermati seberapa sering frekuensinya dan banyaknya darah yang keluar.
5. Mencret
Mencret merupakan istilah awam untuk buang air besar dengan tekstur yang lebih encer
dari biasanya. Pada beberapa kasus, BAB bisa menjadi sangat encer dengan tekstur
menyerupai air dan bau yang lebih menyengat.
BAB berair merupakan gejala yang sangat umum dari penyakit diare sehingga banyak
yang menganggap mencret itu diare. Namun demikian, kondisi ini juga dapat menandakan
gangguan pencernaan lain.
BAB encer yang terjadi berulang kali atau berlangsung lama bahkan bisa menjadi tanda
dari penyakit pencernaan kronis. Beberapa gangguan pencernaan yang kerap ditandai dengan
mencret yakni:
penyakit celiac,
penyakit Crohn,
radang usus besar,
irritable bowel syndrome,
keracunan makanan, dan
infeksi saluran pencernaan.
BAB encer biasanya dapat membaik dengan sendirinya tanpa perlu diobati. Namun,
kondisi ini juga bisa menandakan masalah pencernaan yang lebih serius. Sebaiknya
periksakan diri Anda kepada dokter bila mencret disertai gejala di bawah ini.
1.Jahe
Jahe adalah bahan dapur yang cukup populer untuk mengobati gangguan pencernaan yang
disebabkan oleh refluks asamm mengonsumsinya, akan membantu Anda meringankan gejala
tersebut
Jahe mengandung senyawa kimia yang disebut shogaol dan gingerol yang dapat membantu
memulihkan perut secara lebih cepat
2. Daun Mint
Daun mint mengandung sifat antimikroba dan gastrointestinal yang dapat membantu
mencegah atau mengobati gangguan pencernaan dan masalah terkait lambung lainnya.
Anda bisa minum jus daun mint atau menambahkan daun mint ke makanan Anda.
3.Daun Basil
Daun basil memiliki sifat obat yang kuat. Penelitian telah menunjukkan bahwa daun basil
digunakan sebagai obat rumahan untuk mengobati gangguan pencernaan ringan dan masalah
pencernaan lainnya.Rebus secangkir air dan tambahkan 10 daun basil ke dalamnya. Biarkan
mendidih selama 10 menit, kemudian saring teh untuk memisahkan daunnya. Tambahkan
madu ke teh basil untuk menambah rasa.
4.Adas
Adas bermanfaat untuk membantu mengatasi gas berlebih dan menjaga kestabilan asam
lambung, serta meringankan kram usus. Daun adas juga dapat digunakan sebagai teh dengan
manfaat yang sangat banyak.
5. Jeruk Limau
Jeruk limau adalah salah satu varietas tumbuhan mint yang bermanfaatuntuk mengurangi
stress, rasa cemas, gangguan tidur, menambah nafsu makan, dan mengurangi gangguan
pencernaan. Jeruk limau biasanya dicampur bersama bahan lain yang memiliki efek relaksasi
untuk membantu proses pemulihan.
6. kunyit
kunyit adalah rempah-rempah yang dikenal memiliki rasa pedas dan warna emas yang
khas. Kunyit memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan, selain sebagai bumbu masak. Dalam
pengobatan tradisional, kunyit biasa dicampur dengan madu dan asam jawa untuk membantu
mengurangi sakit perut. Manfaat lainnya adalah mengatasi gangguan fungsi hati, arthritis, dan
mengatur menstruasi.
7. Cabai rawit
3.1 Kesimpulan
Gangguan pencernaan adalah gangguan dari sistem pencernaan yang mencakup mulut,
kerongkongan, lambung, usus kecil, usus besar, rektum dan anus. Padahal sistem pencernaan
berfungsi untuk menerima makanan, mencerna, menyerap nutrisi, dan membuang sisanya.
Sistem pencernaan merupakan sistem yang memproses mengubah makanan dan
menyerap sari makanan yang berupa nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sistem
pencernaan akan memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang
sederhana dengan bantuan enzim sehingga mudah dicerna oleh tubuh.
Fisiologi sistem pencernaan manusia terdiri dari beberapa organ. Rongga mulut,
esofagus, lambung, usus kecil, usus besar, rectum dan anus. Semua sistem pencernaan itu
akan bekerja sesuai dengan tugasnya, namun tetap saling berkaitan untuk mencerna semua
makanan yang masuk ke tubuh.
Obat tradisional di Indonesia sangat besar peranannya dalam pelayanan kesehatan
masyarakat di Indonesia, sehingga obat tradisional sangat berpotensiuntuk dikembangkan.
Indonesiakaya akan tanaman obat-obatan, yang mana masih belum dimanfaatkan secara
optimal untuk kesehatan. Indonesia diketahui memiliki keragaman hayati terbesarkedua di
dunia setelah Brasil (Notoatmodjo, 2007). Obat tradisional merupakan warisan budaya
bangsa yang perlu terus dilestarikandan dikembangkan untuk menunjang pembangunan
kesehatan sekaligus untuk meningkatkanperekonomian rakyat. Obat tradisional ini tentunya
sudah diuji bertahun-tahun bahkan berabad-abad sesuai dengan perkembangan kebudayaan
bangsa Indonesia,(Notoatmodjo, 2007)
3.2 Saran
Pengobatan farmakologi gagguan saluran pencernaan tidak saja menggunakan obat
sintetis tetapi juga sudah dari turun temurun menggunakan obattradisional sehingga sebagi
seorang TTK harus mampu mengetahui jenis tumbuhan/simplisia yang dapat membantu
pengobatan gangguan pencernaan
DAFTAR PUSTAKA
Pearce Evelyn C. Anatomi dan Fisiologi untuk Paramedis. Jakarta : PT Gramedia. 2006.