PPI.2.Ep.2-Laporan Tahunan PPI
PPI.2.Ep.2-Laporan Tahunan PPI
PPI.2.Ep.2-Laporan Tahunan PPI
A. LATAR BELAKANG
B. TUJUAN
1. TujuanUmum
Meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit melalui pencegahan dan pengendalian
infeksi.
2. TujuanKhusus
a. Menurunkan angka kejadian HAI’s dan memutus mata rantai penularannya
b. Menurunkan LOS pasien
c. Identifikasi dini KLB infeksi
d. Melindungi petugas dan masyarakat dari penyakit infeksi
e. Mengukur dan menilai keberhasilan program PPI
f. Salah satu unsur pendukung untuk memenuhi standar akreditasi.
BAB II
PROGRAM KERJA
PENGORGANISASIAN
Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi/ Tim PPI merupakan organisasi non
struktural pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang mempunyai fungsi utama
menjalankan PPI serta menyusun kebijakan pencegahandan pengendalian infeksi
termasuk pencegahan infeksi yang bersumber dari masyarakat berupa Tuberkulosis,dan
infeksi menular lainnya,yang beranggotakan dari berbagai profesi. Tahun 2022 Perawat
PPI pada Komite atau Tim PPI (Infection Preventionand Control Nurse/IPCN) IPCN
purna waktu 1 orang ). Kerja IPCN dibantu oleh Infection Preventionand
ControlLinkNurse/IPCLN. PPI mempunyai peran penting dalam memonitor pemberian
pelayanan kesehatan yang berkualitas dan sesuaistandar untuk menjaga dan
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dirumah sakit, dengan cara memberikan edukasi
dan memberikan wawasankepada petugas,pasien dan pengunjungrumah sakit
Memperpanjang lama hari rawat, sehingga biaya meningkat dan akhirnya mutu
pelayanan diinstitusi pelayanan kesehatan akan menurun. Untuk itu RSU Materna
memberikan pelayanan tidak hanya kuratif dan rehabilitative ,tetapi juga pelayanan
preventif dan promotif, salah satunya melalui program PPI. PPI harus menjadi perhatian
seluruh pemberi pelayanan kesehatan dimanasaja dan kapan saja pelayanan kesehatan
diberikan sehingga kejadianHAI’sdapat dicegah atau diminimalkan.
1. Kewaspadaan Isolasi
Di Indonesia telah dikeluarkan Surat Keputusan Menteri KesehatanNo.27 tahun 2017
tentang pelaksanaan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi diRumah Sakit maupun
fasilitas pelayanan kesehatan lain sebagai upaya memutus siklus penularan penyakit dan
melindungi pasien, petugas kesehatan, pengunjung dan masyarakat yang menerima
pelayanan kesehatan, baik di rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan
lainnya.Semua petugas kesehatan,memiliki resiko terinfeksi. Petugas kesehatan harus
memahami, mematuhi danmenerapkan kewaspadaan isolasiaar tidak terinfeksi.
Kewaspadaan isolasi dirancang untuk mengurang irisiko terinfeksi penyakit menular
pada petugas kesehatan baik dari sumber infeksi yang diketahui maupun yang tidak
diketahui.Dua lapis kewaspadaan isolasiter diri dari
KewaspadaanStandar
2. Surveilans PPI
Indikator AngkakejadianInfeksiDaerahOperasi(IDO)
AngkakejadianInfeksiSaluranKemih(ISK)
AngkakejadianVentilatorAssociatedPneumonia(VAP)
Angka kejadian IAD
3. PendidikandanPelatihan
Indikator Peningkatan pengetahuan dan pemahaman PPI melalui
pendidikandan pelatihan secara periodik.
Kepatuhan Hand Hygiene perawat dan bidan sebelum kontak dengan pasien Tw1 97,2
Tw2 97,4% da Tw3 97,2% menurun dari Tw2.
Kepatuha hand hygiene sebelum melakukan tindakan aseptik Tw1100%, Tw2 100% dan
Tw3 100%.
Kepatuhan Setelah terkena cairan tubuh pasien Tw1100%, Tw2 100% dan Tw3 100%.
Kepatuhan setelah kontak dengan pasien Tw1100%, Tw2 100% dan Tw3 100%.
Kepatuhan setelah kontak dengan lingkungan pasien Tw196,3%, Tw2 96,6% dan Tw3
96,6%.
d. Pengadaan cairan anti septik hand hygiene dan tissue dari Januari-Oktober 2022 tetap
tersedia
2. Kepatuhan PemakaianAPD
Audit, monitoring dan evaluasi kepatuhan pemakaian APD dilaksanakan setiap tiga bulan
sekali. Standar kepatuhan pemakaian APD tahun 2022 yang telah ditetapkan adalah 100%.
Kepatuhan pemakaian APD perawat & bidan sesuai prosedur triwulan sebesar Tw1 100%,
Tw2 100%, Tw3 100%
3. PengelolaanLimbah
Rumah sakit merupakan tempat penghasil limbah paling komplek. Pengelolaan limbah
dilakukan untuk menurunkan risiko kecelakaan kerja dan penularan infeksi.
a. Limbah Cair
Limbah cair di RSU Materna diolah menggunakan IPAL yang sudah berizin operasional,
sesuai standar kesehatan lingkungan. Pemakaia n sloopzink untuk pembuangan sisa
cairan tubuh dan darah masih sangat terbatas. Sloopzink hanya ada di Instalasi
Laboratorium lantai1. Sebelum dialirkan ke Sungai, limbah cair melewati bak kontrol
yaitu kolam ikan yang dijadikan sebagai indikator kelayakan air IPAL.Untuk menjaga
mutu pengolahan limbah cair, RSU Materna bekerjasama PT Ara untuk mengetahui
kondisi output limbah cair.
HasilUji Kadar
Parameter 08/07/2022 09/08/2022 05/09/2022 Maks Satuan
KIMIA:
TSS 25 24 26 30 mg/L
Ph 6,5 6,77 6,26 6–9 -
BOD 24,38 24,5 25,9 30 mg/L
COD 80,45 80,85 85,47 100 mg/L
Minyak dan Lemak 3,2 3,5 4,1 5 mg/L
Amoniak(NH3-N) 5,21 4,91 5,57 10 mg/L
4. Pengendalian lingkungan
RSU Materna mencegah dan mengendalikan infeksi dengan melakukan pembersihan
lingkungan:
- Seluruh permukaan bidang datar, . dan peralatan yang ada diruangan
dibersihkan setiap hari dengan menggunakan cairan disinfektan.
5. Penyuntikanaman
- Praktik penyuntikan yang aman (oneneedle,onesyringe,onlyoneTim PPIe) dan
pemakaian obat/cairan multidose sudah diterapkan denganbaik.
- Pengoplosan obat dilakukan oleh perawat diruang obat dirawat inap, kecuali
diruang ICU karena belum adaruang obat.
6. Perawatan peralatan pasien
Perawatan peralatan pasien sudah terpusat, dilaksanakan di ruang sterilisasi mulai
proses pembersihan sampai sterilisasi dan distribusi alat.
a) Metode pemrosesan peralatan perawatan pasien
Metode pemrosesan peralatan perawatan pasien dibagi tiga, bergantungkriteria
berikut:
- Peralatan non kritikal
Peralatan non kritikal (stetoskop, tensimeter, linen, alat makan) dilakukan
pembersihan dengan cara desinfeksi tingkat rendah (lowlevel disinfection),
disesuaikan dengan bahannya. Stetoskop dan tensimeter dilakukan swab.
- Peralatan semi kritikal
Peralatan semikritikal seperti , laringoskop blade , thermos meter rektal,
dilakukan pembersihan dengan cara desinfeksi tingkat tinggi (High Level
Desinfection) menggunakan larutan Gigazim dan Enzymatic yang diencerkan
dengan air sesuai aturan.
- Peralatan kritikal
Semua peralatan kritikal seperti instrument bedah, partus set dan perawatan luka,
dilakukan di ruang sterilisasi.
7. Penatalaksanaan linen
Unit Laundry telah melaksanakan kegiatan, yaitu:
- Mengambil linen kotor dari ruangan
- Melakukan pemilahan linen kotor infeksius
- Melakukan pencucian, pengeringan dan penyetrikaan
- Melakukan penyimpanan dan distribusi linen bersih
9. Penempatan pasien
Semua pasien baru di lakukan skrining yang masuk sebelum mendapatkan tindakan lebih
lanjut.Di IGD pasien baru dilakukan skrining ketika pasien diduga atau terindikasi pasien
infeksius pasien langsung di rujuk ke RS rujukan
10.Etika Batuk
Edukasi etika batuk dan kebersihan nafas diberikan kepada pasien, pengunjung dan petugas
rumah sakit. Edukasi kepada para pengunjung dilaksanakan diruang tunggu poliklinik
sesuai jadwal pelaksanaaan PKRS. Edukasi juga segera diberikan pada saat pasien masuk
pertama di ruang perawatan. Untuk meningkatkan edukasi, dilakukan pemasangan stiker,
poster, banner dan leaflet yang ditempatkan disemua area pelayanan.
Dari Januari s/d Nopember 2022 tidak ada tindakan Praktek lumbal punksi.
2) Penanganan Jenazah
Penanganan/pemulasaraan jenazah dilakukan oleh 1 orang petugas. Dua
Perawatan/pemulasaraan jenazah sudah dilaksanakan sesuai SPO, mulai dari membuka
pakaian, memandikan jenazah, mengkafani bagi muslim dan non muslim. Pemakaian
APD di ruang jenazah sudah dilakukan oleh semua petugas sesuai dengan SPO.
Dari januari s/d septeember 2022 jumlah jenazah RSU Materna sebanyak 20 orang yang
di formalin 14 orang.
2. SURVEILANS PPI
Pelaksanaan surveilans HAI’s meliputi beberapa langkah, yaitu membagikan format
24
checklist yang telah ditentukan kepada masing-masing ruangan, melakukan monitoring
penerapan SPO dan bundle pencegahan infeksi, monitoring evaluasi data infeksi secara
manual Surveilans HAI’s yang meliputi ISK (infeksi saluran kemih), IDO (infeksi daerah
operasi), VAP (Ventilator Associated Pneumonia), IAD, dilaksanakan oleh IPCN, dibantu
oleh IPCLN dan kepala ruang perawatan, kemudian dilaporkan kepada Tim PPI RSU Materna
25
BULAN
NO VARIABEL Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agst Sep Okt Nop Des
1 Jumlah pemasangan kateter 11 2 5 4 10 9 15 3 7 5
Jumlah hari terpasang kateter 44 9 26 11 52 64 107 18 19 30
Terjadi ISK 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
HAI’s (‰) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
2 Juml.Tindakan operasi 0 0 0 0 1 1 2 0 4 1
Juml.Hari operasi 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Terjadi IDO 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
HAI’s (%) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Terjadi VAP 0 0 0 0 0 0 0 0 4 0
HAI’s (‰) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
4 IAD 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Juml.Pemasangan CVC 3 3 1 0 3 2 3 1 2 4
Jumlah Hari Pemasangan CVC 13 9 10 0 16 14 26 20 9 28
HAI’s (‰) 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
3. Grafik kejadian HAI’s
a. ISK
a. IDO
Angka kejadian IDO pada Januari s/d Oktober 2022 yaitu 0 (0%)
b. VAP
Angka kejadian VAP pada Januari s/d Oktober 2022 yaitu 0 (0%).
c. IAD
PENUTUP
KESIMPULAN
Infeksi rumah sakit menjadi masalah yang tidak bias dihindari sehingga dibutuhkan
program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi( PPI ) untuk menjamin keselamatan dan
kesehatan pasien, petugaskesehatan dan pengunjung. Fasilitas kesehatan harus membuat
suaturencana kerja tahunan untuk memberikan akses dan mempromosikan cara pelayanan
kesehatan yang baik , isolasi yang tepat, tindakan sterilisasi yang benar, praktek
pencegahan dan pengendalian infeksi lainnya, pelatihan bagi petugas kesehatan dan
surveilans epidemiologi. Menyediakan sarana dan prasarana yang cukup untuk mendukung
program Pencegahan dan Pengendalian Infeksi.Pencegahan resiko bagi pasien, petugas
kesehatan , petugas lain serta pengunjung di rumah sakit dan fasilitas pelayanan
kesehatan,perlu menjadi kepedulian semua pihak dan semua orang serta harus didukung
oleh pihak pimpinan atau manajemen.
A. SARAN
1. Dukungan penuh dan penyamaan persepsi dari pihak manajemen rumah sakit
untuk menunjang pelaksanaan program di Tim PPI.
2. Pelatihan PPI Dasardan Advancesecara internal untuk seluruhstaf rumah sakit,
bekerjasama dengan nara sumber dari external dan bagian diklat RSU Materna.