Dasar-Dasar Filsafat Pendidikan Jasmani
Dasar-Dasar Filsafat Pendidikan Jasmani
Dasar-Dasar Filsafat Pendidikan Jasmani
MAKALAH
DI SUSUN OLEH :
DOSEN PENGAMPU :
JURUSAN PENJAS
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah mengagnugerahkan banyak
nikmat sehingga kami dapat menyusun Makalah yang berjudul ”DASAR-DASAR FILSAFAT
PENDIDIKAN JASMANI”.
Makalah ini kami susun berdasarkan informasi-informasi yang kami dapatkan dari berbagai sumber
dan tujuan penulisan ini adalah untuk memberikan penjelasan tentang Dasar-dasar Filsafat Pendidikan
Jasmani.
Kami Ucapkan Terima Kasih kepada Bapak Nur Moh. Kusuma Atmaja, M.Or selaku Dosen
Pengampu Mata Kuliah Dasar-Dasar Pendidikan Jasmani dan terima kasih pada teman-teman yang telah
hadir dan juga saya hormati.
Mungkin ada beberapa kesalahan yang terdapat dalam makalah yang kami susun dan mungkin ada
beberapa kesalahan dalam pengucapkan dan juga ketidak sempurnaan penyampaian materi. Jadi kami selaku
penyusun makalah meminta saran untuk peningkatan dan kritikan-kritikan yang membangun dari para
pendengar. Akhir kata semoga Makalah ini bermanfaat untuk teman-teman semua.
Penyusun,
2
3
DAFTAR ISI
I. Kesimpulan ......................................................................................................................... 11
II. Saran ................................................................................................................................... 11
3
4
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan Jasmani merupakan suatu bagian yang tidak terpisahkan dari Pendidikan
umum. Lewat Program penjas dapat diupayakan peranan Pendidikan untuk mengembangkan
kepribadian individu. Tanpa penjas, proses Pendidikan di sekolah akan pincang.
Pendidikan Jasmani juga memiliki filsafat sebagai dasar-dasar menetapkan keputusan dan
Tindakan yang dihadapi dalam Pendidikan jasmani. Dan Filsafat Pendidikan jasmani juga
memiliki aliran-alirannya tersendiri, mulai dari Idealisme, Realisme, Pragmatisme, Naturalisme,
dan Eksistensialisme.
Filsafat pada dasarnya merupakan pedoman dan prinsip-prinsip tertinggi yang menentukan
pemikiran seseorang. Sistem nilai yang kita anut dan kita pertahankan menjadi sarana bagi kita
untuk menafsirkan kejadian-kejadian dan mengendalikanh hidup kita. Pemikiran filosofis
muncul karena orang tidak puas melihat suatu realita sehingga orang berpikir secara mendalam
sampai ke akar-akarnya (radikal) guna mencari hakekat dan makna suatu fenomena. Makalah ini
membahas tentang Pengertian Filsafat, Lingkup kajian filsafat, Sejarah Perkembangan Filsafat,
Aliran–aliran Filsafat, Ontologi, Epistemologi, Axiologi, Filsafat Ilmu, dan juga Filsafat
Olahraga.
B. Rumusan Masalah
1. Apa Pengertian dari filsafat dan Pendidikan jasmani ?
2. Apa saja unsur dan aliran dalam filsafat ?
3. Apa fungsi dan manfaat filsafat dalam Pendidikan jasmani ?
C. Tujuan
1. Menjelaskan pengertian dari filsafat dan Pendidikan jasmani.
2. Memberitahukan unsur-unsur dan aliran dalam filsafat.
3. Menjelaskan tentang fungsi dan manfaat filsafat dalam Pendidikan jasmani.
4
5
BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Pengertian Filsafat
Istilah filsafat berasal dari Bahasa Yunani : ”philosophia”. Seiring perkembangan jaman akhirnya
dikenal juga dalam berbagai Bahasa, seperti :
1) philosophic dalam kebudayaan bangsa Jerman, Belanda, dan Perancis;
2) philosophy dalam bahasa Inggris;
3) philosophia dalam bahasa Latin; dan
4) falsafah dalam bahasa Arab.
Para filsuf memberi batasan yang berbeda-beda mengenai filsafat, namun batasan yang
berbeda itu tidak mendasar.
Selanjutnya batasan filsafat dapat ditinjau dari dua segi yaitu secara etimologi. Secara
etimologi filsafat berasal dari bahasa Arab, yaitu falsafah atau juga dari bahasa Yunani yaitu
philosophia – philien: cinta dan sophia: kebijaksanaan. Jadi bisa dipahami bahwa filsafat berarti
cinta kebijaksanaan. Dan seorang filsuf adalah pencari kebijaksanaan, pecinta kebijaksanaan dalam
arti hakikat.
Pengertian filsafat secara terminologi sangat beragam. Para filsuf merumuskan pengertian
filsafat sesuai dengan kecenderungan pemikiran kefilsafatan yang dimilikinya. Seorang Plato
mengatakan bahwa : Filsafat adalah pengetahuan yang berminat mencapai pengetahuan kebenaran
yang asli. Sedangkan muridnya Aristoteles berpendapat kalau filsafat adalah ilmu (pengetahuan)
yang meliputi kebenaran yang terkandung didalamnya ilmu-ilmu metafisika, logika, retorika, etika,
ekonomi, politik, dan estetika. Lain halnya dengan Al Farabi yang berpendapat bahwa filsafat
adalah ilmu ( pengetahuan ) yang sebenarnya.
Es Ames Merumuskan filsafat sebagai “A comprehensive view of like and it’s meaning,
upon the basis of the result of the various science”, tersimpul dalam definisi di atas adalah
pengertian “Phylosophy is the mother of the science” dan “Synoptic thinking” atau metode berpikir
sinoptis.
5
6
Menurut Theodore Brameld Menyatakan definisi filsafat adalah “The discipline concerned
with the formulation of procise meaning”.
Menurut Hardi Titus Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan
alam yang biasanya diterima secara kritis, suatu proses kritik/pemiluran terhadap kepercayaan dan
sikap yang kita junjung tinggi, usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan, analisa logis dari
bahasan serta penjelkasan tentang arti konesep, sekumpulan problema-problema yang langsung
mendapatkan perhatian manusia dan dicarikan jawabannya untuk ahli filsafat (Jalaludin dan
Said,1999:9).
Menurut Harun Nasution Filsafat adalah berpikir tata tertib (logika) bebas (tidak terikat)
pada tradisi dan sedalam-dalamnya sampai ke dasar persoalan (Nasution, 1973:24).
Menurut Imam Barnadib Filsafat adalah pandangan yang menyeluruh dan sistematis.
Menyeluruh karena filsafat bukan hanya sekedar pengetahuan, tetapi juga sesuatu pandangan yang
menembus sampai dibalik pengetahuan itu sendiri. Dengan pandangan demikian, lebih terbuka
kemungkinan untuk menemukan hubungan dan pertalian antara semua unsure yang dipertinggi
dengan mengarahkan perhatian dan kedalaman mengenai kebijakan. Sistematis karena filsafat
menggunakan berpikir secara sadar, teliti, dan teratur sesuai dengan hokum-hukum yang ada
(Barnadib,1994:11-12).
Menurut Socrates (470-399 SM) Menyatakan bahwa pengertian filsafat adalah pengetahuan
sejati.
Menurut kamus filsafat, secara etimologis, istilah filsafat berasal dari bahasa Yunani, Philo
yang artinya “to love” yaitu cinta, menyenangi, suka, sahabat. Sophia artinya “wisdom” yaitu
kebijaksanaan, kebenaran, ilmu pengetahuan. Dari dua kata itu dapat diketahui bahwa filsafat
artinya cinta, menyenangi, suka atau menjadi sahabat kebijaksanaan, kebenaran dan atau ilmu
pengetahuan (Noorsyam, 1986). (Hanurawan,Fattah dkk. 2006)
Menurut Poedjawijatna (1974:11) filsafat itu sejenis pengetahuan yang berusaha mencari
sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan pikiran belaka.
Hasbullah Bakry (1971:11) mendefinisikan filsafat ialah sejenis pengetahuan yang
menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta, dan
manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh
6
7
yang dapat dicapai akal manusia dan bagaimana sikap manusia itu seharusnya setelah
mencapai pengetahuan itu.
Bertrand Russel mendefinisikan filsafat sebagai the attempt to answer ultimate question
critically ( Park,1960:3 ), yang berarti tugas filsafat adalah menjawab pertanyaan yang tinggi.
Dalam perkembangan philosophia mengandung arti yang lebih luas daripada kebijaksanaan
yakni:
1) Kerajinan
2) Kebenaran pertama
3) Pengetahuan yang luas
4) Kebajikan intelektual
5) Pertimbangan yang sehat
6) Kecerdikan dalam memutuskan hal-hal praktis
7
8
8
9
4. ETIKA : Mendefinisikan karakter moral dan etika. Contohnya : Bagaimana suatu permainan dan
pertandingan Olahraga dapat diguanakan untuk belajar berperilaku.
5. ESTETIKA : Pengkajian tentang keindahan. Contohnya : Gerakan yang serempak, gerakan yang
mengandung unsur keindahan.
9
10
3. 1 Fungsi Filsafat
1. Usaha untuk menjelaskan suatu pengetahuan secara sistematis dan komprehensif ke dalam bentuk
hubungan-hubungan yang berarti dan bermakna
2. Batas pemikiran
3. Menganalisis dan menilai
4. Merangsang keingintahuan intelektual
5. “mengapa”
6. “mengerti”
3. 2 Manfaat Filsafat
Filsafat adalah cabang ilmu yang mempelajari hakikat keberadaan, nilai, dan realitas. Dalam konteks
pendidikan jasmani, filsafat dapat membantu mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mempersoalkan
tujuan dan sasaran pendidikan jasmani 12. Filsafat juga dapat membantu meningkatkan kualitas
pelaksanaan pendidikan jasmani dengan memberikan tuntunan bagi tindakan seseorang 2.
Dalam hal ini, manfaat filsafat dalam pendidikan jasmani adalah untuk:
Meningkatkan kebugaran jasmani dan kesehatan siswa.
Meningkatkan terkuasainya keterampilan fisik yang kaya.
Meningkatkan pengertian siswa dalam prinsip – prinsip gerak serta bagaimana menerapkannya
dalam praktek 3.
10
11
BAB III
PENUTUP
I. KESIMPULAN
Filsafat Secara Umum adalah pemikiran yang sangat mendalam untuk menggali makna
dari kanyataan yang sudah ada dan bagaimana menyikapi pemikiran tersebut menggunakan akal
pikiran.
Filsafat Pendidikan Jasmani adalah sebuah pemikiran yang mendalam tentang pendidikan
jasmani yang tujuannya mengarahkan guru pendidikan jasamani dalam mengambil keputusan
dalam kegiatan pembelajaran pendidikan jasmani guna mencapai tujuan pembelajaran.
II. SARAN
Filsafat merupakan ilmu paling dasar, atau bisa dibilang adalah ilmu pertama dan ilmu
yang menciptakan ilmu pengetahuan lainnya. Jadi untuk mengetahui Pendidikan Jasmani lebih
dulu hendaklah kita mempelajari dasar-dasarnya terlebih dulu. Karena Banyaknya Jenis-Jenis
olahraga dan cara pengajaran Penjas itu selalu berasal dari filsafat-filsafat yang ada.
11
12
DAFTAR PUSTAKA
PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA: FILSAFAT PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA
(arhamsyahban.com)
FILSAFAT PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA (teguhillahiwb.blogspot.com)
KUMPULAN ARTIKEL: FILSAFAT PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA
(mangihot.blogspot.com)
Filsafat Pendidikan Jasmani dan Olahraga | a11youni (wordpress.com)
12