Academia.eduAcademia.edu

Program Pembuatan SIM

TUGAS KELOMPOK Program Pembuatan SIM Mata Kuliah: Pemrograman Visual Nama Mahasiswa : Hamdan ( 131510084) : Diah Eka wati (131510138) : Marta Noparia (131510086) : Intan Glori (131510130) Nama Dosen : Sasa Ani Arnomo, S.Kom., M.SI UNIVERSITAS PUTERA BATAM 2014/2015 KATA PENGANTAR Dengan mengucap syukur Alhamdulillah penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan hidayahNya,sehingga dapat menyelesaikan makalah Pemrograman Visual Basic “Program Pembuatan SIM”. Makalah ini dibuat untuk menunjang nilai tugas Kelompok jurusan Sistem Informasi di Universitas Putera Batam. Penulis menyadari makalah ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, Penulis memohon maaf kepada semua pihak atas segala kekurangan yang terdapat pada laporan ini karena sebagai manusia, penulis tidak akan pernah luput dari kesalahan. Semoga Makalah ini bisa bermanfaat bagi banyak pihak. Batam, 13 Desember 2014 Tim Penulis Daftar Isi Kata Pengantar BAB I PENDAHULUAN 1 1.1. Tujuan Penulisan 1 1.2. Latar Belakang1 BAB II PEMBAHSAN 2 A. Pengertian dan Dasar Hukum Tata cara Mendapatkan SIM 2 B. Persyaratan Mendapatkan SIM4 BAB III ISI16 A. Gambaran Sistem16 B. Cara Kerja Sistem17 BAB VI PENUTUP 26 A. Kesimpulan 26 B. Saran 26 Daftar Pustaka 27 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Kemajuan dibidang teknologi informasi membuat semua orang ingin melaksanakan segala sesuatu secara efisien dan mudah, latar belakang dari pembuatan Sistem Informasi Management Pembuatan dan Perpanjangan Surat Ijin Mengemudi ini untuk mengimplementasikan Sistem Informasi Management Ke bidang Jasa Tersebut. Tujuan Demi mempermudah dan mempercepat pelayanan masyarakat dalam membuat dan memperpanjang Surat Ijin Mengemudi maka dibuatlah sistem informasi management tersebut sehingga karyawan jasa pembuatan Surat Ijin Mengemudi tidak kerepotan lagi dalam menyusun laporan pelayanan pembuatan Surat Ijin Mengemudi dengan menulis semua laporannya di buku laporan. Dengan adanya sistem informasi ini karyawan yang bekerja mempunya ID Login Username dan password masing – masing untuk menginput data para customer yang ingin membuat atau memperpanjang sim tanpa harus di input satu – satu menggunakan kertas yang memakan waktu yang cukup lama. Dan laporan bisa langsung di cetak praktis dan effisien. BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian dan Dasar Hukum Tata cara Mendapatkan SIM A. Pengertian – pengertian 1. Surat Ijin Mengemudi yang selanjutnya disingkat SIM adalah tanda bukti legitimasi kompetensi, alat kontrol dan data forensik Kepolisian bagi seseorang yang telah lulus uji pengetahuan, kemampuan dan keterampilan untuk mengemudikan Ranmor di jalan sesuai dengan persyaratan yang ditentukan berdasarkan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 2. Satuan Penyelenggara Administrasi SIM yang selanjutnya disebut Satpas adalah unsur pelaksana Polri di bidang Lalu Lintas yang berada di Lingkungan kantor Kepolisian setempat atau di luar lingkungan kantor Kepolisian; 3. Pengemudi adalah orang yang mengemudikan Ranmor di jalan yang telah memiliki SIM; 4. Registrasi dan Identifikasi Pengemudi yang selanjutnya disebut Regident Pengemudi adalah segala usaha dan kegiatan pencatatan identifikasi pemegang SIM, Kualifikasi dan kemampuan dalam mengemudikan Ranmor sesuai dengan golongannya; 5. SIM Internasional adalah SIM yang diperuntukkan bagi pengemudi ranmor yang akan digunakan di Negara lain berdasarkan perjanjian internasional; 6. Ujian teori adalah penilaian terhadap tingkat pengetahuan dan pemahaman mengenai peraturan perundang-undangan di bidang lalu lintas, teknis dasar Ranmor, cara mengemudikan Ranmor, dan tata cara berlalu lintas bagi peserta uji; 7. Ujian praktek adalah penilaian terhadap tingkat kemampuan dan keterampilan mengemudi Ranmor dan berlalu lintas di jalan bagi peserta uji; 8. Simulator adalah alat bantu untuk menguji keterampilan, kemampuan, antisipasi, daya reaksi, daya konsentrasi dan sikap perilaku peserta uji; B. Dasar Hukum. 1. Undang–Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia; 2. Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; 3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik; 4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 50 Tahun 2010 tanggal 25 Mei 2010 tentang Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kepolisian Negara Republik Indonesia; 5. Peraturan Kapolri Nomor 9 Tahun 2012 tentang Surat Ijin Mengemudi. PERSYARATAN MENDAPATKAN SIM A. Persyaratan Usia Berusia 17 (Tujuh belas) tahun untuk SIM A, SIM C, dan SIM D; Berusia 20 (Dua puluh) tahun untuk SIM BI, dan; Berusia 21 (Dua puluh satu) tahun untuk SIM B II; Berusia 20 (Dua puluh) tahun untuk SIM BII; Berusia 22 (Dua puluh dua) tahun untuk SIM B I Umum dan; Berusia 23 (Dua puluh tiga) tahun untuk SIM B II Umum. Berlaku bagi Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing B. Persyaratan Administrasi 1. SIM Baru a. Persyaratan administrasi pengajuan SIM baru untuk mengemudikan Ranmor perseorangan meliputi: 1) Mengisi formulir pengajuan SIM 2) Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing. b. Dokumen keimigrasian berupa: 1) Paspor dan kartu ijin tinggal tetap (KITAP) bagi yang berdomisili tetap di Indonesia; 2) Paspor, visa diplomatic, kartu anggota diplomatic dan identitas diri lain bagi yang merupakan staf atau keluarga kedutaan; 3) Paspor dan visa dinas atau kartu izin tinggal sementara (KITAS) bagi yang bekerja sebagai tenaga ahli atau pelajar yang bersekolah di Indonesia; atau 4) Paspor dan kartu izin kunjungan atau singgah bagi yang tidak berdomisili di Indonesia. c. Selain persyaratan pengajuan golongan SIM Umum baru harus juga dilampiri dengan : 1) Sertifikatas lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi; dan/atau 2) Surat Izin kerja dari Kementerian yang membidangi ketenagakerjaan bagi Warga Negara Asing yang bekerja di Indonesia. 2. Perpanjangan SIM a. Persyaratan administrasi pengajuan perpanjangan SIM, meliputi: 1) Mengisi formulir pengajuan perpanjangan SIM; 2) Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing; 3) SIM lama; 4) Surat keterangan lulus uji keterampilan Simulator; dan 5) Surat keterangan kesehatan mata. b. Perpanjangan SIM dilakukan sebelum masa berlakunya berakhir. c. Perpanjangan yang dilakukan setelah lewat waktu harus diajukan SIM baru sesuai dengan golongan yang dimiliki dengan memenuhi persyaratan. 3. Pengalihan golongan SIM a. Persyaratan administrasi pengalihan golongan SIM, meliputi: 1) Mengisi formulir pengajuan pengalihan SIM; 2) Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing; 3) SIM yang akan dialihkan golongannya telah dimiliki paling rendah 12 (dua belas) bulan; dan 4) Surat keterangan lulus uji keterampilan Simulator. b. SIM berupa: 1) SIM A bagi pengajuan pengalihan golongan menjadi SIM A Umum dan SIM B I; 2) SIM A Umum bagi pengajuan pengalihan golongan menjadi SIM B I Umum; 3) SIM B I bagi pengajuan pengalihan golongan menjadi SIM B I Umum dan B II; atau 4) SIM B I Umum atau B II bagi pengajuan pengalihan golongan menjadi SIM B II Umum. c. Selain persyaratan, pengajuan pengalihan golongan menjadi SIM Umum harus dilampiri dengan: 1) Sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi; dan/atau 2) Surat izin kerja dari Kementerian yang membidangi Ketenagakerjaan bagi Warga Negara Asing yang bekerja di Indonesia. 4. Perubahan Data Pengemudi Persyaratan administrasi pengajuan perubahan data pengemudi, meliputi: b. Kartu Tanda Penduduk asli yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing yang telah berisi perubahan data identitas. c. Penetapan pengadilan tentang perubahan nama bagi pengemudi yang melakukan perubahan nama. 5. Penggantian SIM karena rusak atau hilang a. Persyaratan administrasi pengajuan penggantian SIM Karena hilang meliputi: 1) Mengisi forlmulir pengajuan penggantian SIM karena hilang 2) Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing ;dan 3) Surat Keterangan Kehilangan SIM dari Kepolisian b. Persyaratan administrasi pengajuan penggantian SIM Karena rusak meliputi: 1) Mengisi forlmulir pengajuan penggantian SIM karena rusak 2) Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing ;dan 3) SIM yang rusak 6. SIM Internasional a. Persyaratan pernerbitan SIM Internasional, meliputi: 1) Menunjukan Kartu Tanda Pennduduk atau Kartu Izin Menetap (KITAP) dan melampirkan foto copinya 2) Menunjukan SIM yang sah dan masih berlaku serta melampirkan fotocopinya 3) Menunjukan paspor yang sah dan masih berlaku serta melampirkan foto copinya 4) Menyerahkan pas foto berwarna terbaru, tampak depan, berpakaian rapi, dan berkerah, ukuran 4X6 sebanyak 3 lembar berlatar belakang biru. b. Setiap peserta uji SIM Internasional wajib membayar biaya administrasi SIM Internasional yang besarannya sesuai dengan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan c. Biaya administrasi SIM Internasional dapat dibayar secara tunai atau secara elektronik pada bank yang ditunjuk. C. Persyaratan kesehatan Persyaratan kesehatan meliputi: 1. Kesehatan Jasmani, yaitu: a. Penglihatan Kesehatan penglihatan diukur dari kemampuan kedua mata berfungsi dengan baik, yang pengujiannya dilakukan dengan cara sebelah mata nelihat jelas secara bergantian melalui alat bantu Snellen Chart dengan jarak kurang lebih 6 (enam) meter, tidak buta warna parsial dan total, serta luas lapangan pandangan mata normal dengan sudut lapangan pandangan 120 (seratus dua puluh) sampai dengan 180 (seratus delapan puluh) derajat. b. Pendengaran Kesehatan pendengaran diukur dari kemempuan mendengar dengan jelas bisikan dengan satu telinga tertutup untuk setiap telinga dengan jarak 20 cm(senti meter) dari daun tekinga, dan kedua membrane telinga harus utuh. c. Fisik atau perawakan. Kesehatan fisik atau perawakan diukur dari tekanan darah harus dalam batas normal dan tidak ditemukan keganjilan fisik. d. Dalam hal peserta uji mempunyai cacat fisik, pengukuran kesehatan fisik menilai juga bahwa kecacatannya tidak menghalangi peserta uji untuk mengemudi Ranmor khusus. e. Pemeriksaan kondisi kesehatan jasmani dilakukan oleh dokter yang dibuktikan dengan surat keterangan dokter. f. Dokter harus mendapat rekomendasi dari Kedokteran Kepolisian. 2. Kesehatan Rohani, yaitu: a. Kemampuan konsentrasi Kemampuan konsentrasi diukur dari kemampuan memusatkan perhatian atau memfokuskan diri pada saat mengemudikan Ranmor di jalan b. Kecermatan Kecermatan diukur dari kemampuan untuk melihat situasi dan keadaan secara cermat sehingga tidak terjadi kesalahan dalam mempersepsikan kondisi yang ada. c. Pengendalian diri Pengendalian diri diukur dari kemampuan mengendalikan sikapnya dalam mengemudikan Ranmor. d. Kemampuan penyesuaian diri Kemampuan penyesuaian diri diukur dari kemampuan individu mengendalikan dorongan dari dalam diri sendiri sehingga bisa berhubungan secara harmonis dengan lingkungan, dan beradaptasi dengan baik dengan situasi dan kondisi apapun yang terjadi di jalan saat mengemudi. e. Stabilitas emosi Stabilitas emosi diukur dari keadaan perasaan seseorang dalam menghadapi rangsangan dari luar dirinya dan kemampuan mengontrol emosinya pada saat menghadapi situasi yang tidak nyaman selama mengemudi. f. Ketahanan kerja. Ketahanan kerja diukur dari kemampuan individu untuk bekerja secara teratur dalam situasi yang menekan. g. Penilaian atas kesehatan rohani dilakukan melalui penggunaan materi Tes Psikologi. h. Materi Test Psikologi beserta tata cara penilaiannya disusun oleh Psikolog dalam pengawasan dan pembinaan psikologi kepolisian daerah atau Biro Psikologi Polri. D. Pendaftaran 1. Petugas kelompok kerja identifikasi dan verifikasi melakukan: a. Penerimaan persyaratan pendaftaran SIM b. Pengecekan kelengkapan persyaratan c. Pengambilan sidik jari, tanda tangan dan foto peserta uji. 2. Dalam hal persyaratan yang diajukan, tidak lengkap, petugas memberitahukan peserta uji untuk melengkapi kekurangan persyaratan. 3. Dalam hal persyaratan pendaftaran yang diajukan, sudah lengkap, petugas kelompok kerja identifikasi dan verifikasi menyampaikan kepada: a. Peserta uji untuk membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak di loket pembayaran atau di bank yang ditunjuk secara tunai atau elektronik yang besarannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan;dan b. Kelompok kerja pendaftaran untuk menerima semua dokumen persyaratan beserta tanda bukti pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak. E. Pengujian SIM 1. Uji Teori Sistem ujian teori yang dilaksanakan ada dua cara, antara lain: a) Uji Keseimbangan. (1) Menjalankan sepeda motor dengan kecepatan 30 Km/Jam, berhenti sebelum garis stop dengan teknik pengereman 20% untuk rem belakang dan 80% untuk rem depan, kaki kiri turun dan palingkan kepala ke kanan belakang, dengan pegangan tangan yang benar menggenggam dengan penuh. (2) Jarak dari start sampai finish adalah 20 meter sedang lebar patok yang dilintasi adalah dua kali lebar kendaran bermotor uji. b) Uji Slalom. (1) Menjalankan sepeda motor Slalom melintasi patok-patok dengan kecepatan 10 km/jam, jarak antar patok 1,5 kali panjang kendaraan bermotor uji dan tanpa pengereman. (2) Kemudian dilanjutkan slalom dengam kecepatan 30 km/jam, jarak antar patok 4 kali panjang kendaraan bermotor uji dan berhenti pada garis stop, dengan teknik pengereman 20% untuk rem belakang dan 80% untuk rem depan, kaki kiri turun, kepala memalingkan ke kanan belakang. c) Uji Angka Delapan (1) Menjalankan sepeda motor di dalam lingkaran membentuk angka 8 (delapan), mengikuti petunjuk arah, tidak berhenti dan kaki tidak menginjak lapangan. (2) Di atas garis angka delapan diletakan patok, dengan jarak antar masing-masing patok 1,5 kali panjang kendaraan bermotor uji. d) Uji reaksi Menjalankan sepeda motor dengan kecepatan 30 km/jam, kemudian dilakukan pengereman pada garis kuning, lepas rem pada garis hijau, lalu membelok sesuai petunjuk dari petugas, serta berhenti pada garis stop dengan teknik pengereman 20% untuk rem belakang dan 80% untuk rem depan, kaki kiri turun dan palingkan kepala ke kanan belakang. (3) Pada jalan datar jembatan dengan panjang 1,5 kali panjang kendaraan bermotor uji serta tinggi jalan dari permukaan 2,5 meter, dilakukan pengereman dan berhenti di rambu stop, kemudian netralkan persneling serta jalan kembali. (4) Jalan kembali pada turunan dan berhenti dirambu stop lakukan pengereman, netralkan persneling serta jalan kembali. (4) Lebar jalan pada materi tanjakan dan turunan 1,5 kali lebar kendaraan bermotor uji. (5) Penempatan rambu stop di tanjakan, jalan datar serta turunan sekurang-kurangnya berada di tengah-tengah panjang jalan. (6) Mempergunakan/pengoperan gigi persneling dengan sempurna tanpa memberhentikan kendaraan bermotor uji. (7) Perlahan-lahan mengurangi kecepatan kendaraan bermotor uji dengan memasukkan gigi persneling yang rendah, sambil terus berjalan mempertahankan kecepatan tersebut. b) Menjalankan kendaraan bermotor uji maju dan mundur sejauh 50 meter pada jalur sempit meliputi” (1) Maju sejauh 50 meter pada jalur yang sempit selebar kendaraan bermotor uji ditambah 60 centimeter tanpa menabrak/menjatuhkan patok. (2) Mundur sejauh 50 meter pada jalur yang sempit selebar kendaraan bermotor uji ditambah 60 centimeter tanpa menabrak/menjatuhkan patok. (3) Penempatan rambu stop di tanjakan, jalan datar serta turunan sekurang-kurangnya berada di tengah-tengah panjang jalan. c) Ketentuan lulus ujian Praktek I Surat Ijin Mengemudi A, B I, B II dan Surat Ijin Mengemudi Umum meliputi: a) Melaksanakan Driil Cockpit sesuai ketentuan. b) Peserta uji tidak menjatuhkan patok pada pelaksanaan ujian praktek dan kepala tidak boleh menengok kebelakang pada saat materi ujian mundur sejauh 50 meter pada jalur sempit, tetapi harus melihat melalui spion kendaraan bermotor uji. c) Pada materi ujian tanjakan dalam kondisi kendaraan bermotor uji berhenti pada saat direm dengan hand rem, maka ketika kendaraan bermotor uji tersebut dijalankan kembali oleh peserta uji, kendaraan bermotor uji tidak boleh mundur ke belakang. d) Setiap peserta ujian diberikan kesempatan untuk mengulang 2 (dua) kali sebelum dinyatkan gugur. 3) Ketentuan lulus ujian praktek II Surat Ijin Mengemudi A, B I, B II dan Surat Ijin Mengemudi umum meliputi: (a) Tidak medahului kendaraan lain dari sebelah kiri (b) Tidak memarkir kendaraan bermotor uji di sembarang tempat (c) Tidak mematuhi rambu, marka serta peraturan lalu lintas lainnya. e. Ujian Praktek Surat Ijin Mengemudi D Untuk Surat Ijin Mengemudi D setara dengan Surat Ijin Mengemudi C 1) Materi ujian Praktek Surat Ijin Mengemudi D setara dengan Surat Ijin Mengemudi C a) Uji Keseimbangan Menjalankan sepeda motor dengan kecepatan 30 Km/Jam, berhenti sebelum garis stop dengan teknik pengereman 20% untuk rem belakang dan 80% untuk rem depan, kaki kiri turun dan palingkan kepala ke kanan belakang. b) Uji Slalom (1) Menjalankan sepeda motor zig zag melalui patok-patok dengan kecepatan 10 km/jam, jarak antar patok 1,5 kali panjang kendaraan bermotor uji , tanpa pengereman. (2) Zig zag dengan kecepatan 30 km/jam, jarak antar patok 4 kali panjang kendaraan bermotor uji dan berhenti pada garis stop, dengan teknik pengereman 20% untuk rem belakang dan 80% untuk rem depan, kaki kiri turun, kepala memalingkan ke kanan belakang. c) Uji reaksi Menjalankan sepeda motor dengan kecepatan 30 km/jam, lakukan pengereman pada garis kuning, membelok sesuai petunjuk dari petugas, berhenti pada garis stop dengan teknik pengereman 20% untuk rem belakang dan 80% untuk rem depan, kaki kiri turun dan palingkan kepala ke kanan belakang. F. Biaya mendapatkan SIM PP RI No. 50 Tahun 2010 tanggal 25 Mei 2010 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Polri (PNBP) JENIS PENERBITAN SIM TARIF PNBP SIM BARU  PERPANJANGAN SIM-A Rp.120.000 Rp.80.000 SIM-BI Rp.120.000 Rp.80.000 SIM-BII Rp.120.000 Rp.80.000 SIM-C Rp.100.000 Rp.75.000 SIM-D Rp.50.000 Rp.30.000 SIM INTERNASIONAL Rp.250.000 Rp.225.000 UJI KETERAMPILAN MENGEMUDI MELALUI SIMULATOR Rp. 50.000 Rp. 50.000 BAB III ISI 3.1. Manfaat Sistem Informasi Management Surat Ijin Mengemudi Dengan digunakannya sistem informasi ini sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak pengguna dan pembuat sistem tersebut , pengguna tidak perlu lagi mengisi data form pada kertas yang amat sangat memakan waktu cukup membawa foto copy KTP terbaru berikan kepada petugas maka petugas langsung menginput data-data tersebut ke aplikasi yang telah ada. Digunakannya sistem ini juga mempermudah para petugas atau admin dalam pedataan karna sudah dilakukan oleh sistem untuk menyimpan data pada server database dan dia Cukup membuka aplikasi ini input data customer yang ingin membuat SIM masuk dalam database kemudian masuk pada laporan , setelah itu diproses pada bagian pembuat Kartu Surat Ijin Mengemudi. Dan aplikasi ini juga berisikan informasi penting tentang laka lantas , info transportasi dan info kegiatan abdi Negara para Kepolisian Republik Indonesia, dan kontak – kontak penting untuk karyawan dan profile company. 3.2 Cara Kerja Sederhana Sistem Infomasi Management Surat Ijin Mengemudi Sistem informasi ini bekerja menggunakan database sistem yang mampu menampung Username dan password setiap karyawan yang bekerja di Kantor Pelayanan Pembuatan Surat Ijin Mengemudi, dengan memiliki Username dan password para karyawan bisa masuk ke aplikasi Form Registrasi Pembuatan Surat Ijin Mengemudi dan aplikasi Form Perpanjangan Surat Ijin Mengemudi. Setelah karyawan menginput data customer dan disimpan data tersebut akan tersimpan di database Microsoft Access. Langkah Kerjanya Buatlah Script Menu di Form 1 Gambar.1: Tampilan script Form 1 Gambar.2: Tampilan Lanjutan Form 1 Setelah Masuk akan terlihat form Input Data Pembuat Mengemudi Karyawan bisa mengisikan form registrasi tersebut dengan data dari kartu idenditas customer. Terus Kita Klik 2x Tombol Button Simpan, Maka Akan Muncul Seperti Dibawah Ini. Gambar.3: Tampilan Button Simpan Lalu kemudian simpan dan data tersebut sudah tersimpan dalam data base Data Customer yang akan membuat Surat Ijin Mengemudi Gambar.4: Tampilan DataBase Dari Microsoft Access Microsoft Access adalah aplikasi yang berguna untuk membuat, mengolah, dan mengelola basis data atau lebih dikenal dengan database.Database adalah kumpulan arsip data berbentuk tabel yang saling berkaitan untuk menghasilkan informasi.Data digunakan sebagai masukan yang akan diolah menjadi informasi. Fungsi Microsoft Access untuk membuat program aplikasi persediaan barang untuk membuat program aplikasi gaji pegawai untuk membuat program aplikasi kehadiran. Selanjutnya akan Muncul DataBase yang tersimpan Gambar.5: Tampilan Database Tersimpan. Selanjutnya Kita Run Maka akan muncul tampilan sebagai berikut Gambar.6: Saat Run scriptnya Belum di Isi Karena Formnya Terlalu panjang maka belum semua formnya di tampilkan. Berikut lanjutannya. Gambar.7: Lanjutan Form Script Selanjutnya Kita isi datanya di form kosong tersebut. Maka akan muncul Gambar.8: Selanjutnya Kita simpan Saat ada kolom yang kosong dan tidak terisi, maka akan muncul peringatan langsung. Gambar.9: Tampilan Data Eror Dan jika Data tersebut sudah Benar maka akan muncul pesan seperti dibawah ini. Gambar.10: Pesan untuk menyimpan Setelah Data disimpan maka akan muncul form kosong untuk diisi kembali Kelebihan Mudah digunakan Karyawan Dapat Memiliki Username dan Password tersendiri untuk Menyimpan semua laporan pekerjaannya Sebelum Username dan password dimasukan dengan benar sesuai dengan yang dimiliki para karyawan yang telah tersave didatabase admin karyawan belum bisa mengakses Aplikasi Registrasi Pembuatan Surat Ijin Mengemudi. Bisa menampung database laporan banyak karna terintregasi dengan Microsoft Access dan dapat langsung di Print out ke printer yang tersambung dengan komputer tersebut. Kekurangan Tampilan Masi butuh diperbaiki demi kenyamanan Penggunaan Perlu banyak fitur-fitur yang dikembangkan dalam aplikasi ini. BAB IV PENUTUP Kesimpulan Penggunaan Sistem seperti ini sudah harus mulai di implementasikan agar Indonesia lebih maju dalam pemanfaatan teknologi – teknologi yang sedang berkembang didunia, dan agar tidak kalah saing dengan Negara – Negara berkembang lainnya. Dengan digunakannya Sistem Informasi Management ini Semua Kegiatan Penginputan data bisa dilaksanakan secara efisien dan tepat waktu.Penggunaan aplikasi sistem informasi ini sangat mudah simple , tapi kembali pada sumber daya manusia yang harus terus berkembang dan peka terhadap kemajuan teknologi pada saat ini. Karna aplikasi ini diciptakan semudah mungkin untuk diakses dan untuk pengisian form tidak perlu ribet sana sini. Login Karyawan Proses input data simpan dan semua data tersimpan langsung di Microsoft Access. Dari peninnjauan yang kami lakukan , maka kami memberikan saran yang mungkin dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan khusus nya pembaca pada umumnya, bahwa aplikasi ini masih sederhana dan banyak kekurangan sehingga perlu adanya pembenahan dan pengembangan apikasi agar user interface terlihaat lebih menarik. Daftar Pustaka James Foxall. 2008. Sams Teach Yourself Visual Basic 2008 in 24 Hours. Complete Starter Kit. Sams Publishing. Michael Halvorson. 2008. Microsoft Visual Basic 2008 Step By Step. Microsoft Press. Priyanto, Rahmat. 2009. Visual Basic Net 2008. Andi Offset Yogyakarta. 24