Risma Rusdi 080-088
Risma Rusdi 080-088
Risma Rusdi 080-088
Masuk: 29 April 2012, revisi masuk: 4 Juni 2012, diterima: 6 Juli 2012
ABSTRACT
The compony survive at this point is to create a good work system, from workers
point of view, the demans of work and employment components of the existing system
may causing many problems to be faced and it can lead to boredom at work. Each
componenet to the work system towars level of stress faced by employees. The tools that
used to determine the effect of the work system components towards work stress
macroergonomics organizational work stress is macroergonomics organizational ques-
tionnaire survey and path analysis. It can be seen that simultaneous effect of organi-
zational condition employment conditions, physical environments, social enviroment,
equipment and technology, and towards work stress experienced by employees amoun-
ted to 0.820 and this proves that the influence af all work system components has been
investigated is strongly affected the stress of work. While the partial effects of work
system components to the stress of work are : organizational conditions amounted to
0,153, the working conditions are 0,166, the physical environment give 0,176 contri-
bution, the social environment 0,066, equipment and thecnology amounted to 0,148, and
the individual characteristic are to 0,111. So can conclude thet overally, the system
components are significantly the work stress.
INTISARI
Perusahaan agar tetap dapat bertahan pada saat ini yaitu dengan membuat
sistem kerja yang baik. Sudut pandang pekerja, tuntutan pekerjaan dan komponen dari
sistem kerja yang ada memungkinkan banyaknya masalah yang akan dihadapi.
Akibatnya dapat menyebabkan timbulnya rasa bosan dalam bekerjadan tingginya tingkat
absensi karyawan dan kurangnya motivasi dalam bekerja. Pengaruh dari komponen
sistem kerja terhadap stress kerja baik secara parsial maupun secara simultan dan
penilaian terhadap pengaruh setiap komponen sistem kerja terhadap tingkat stress yang
dialami karyawan. Alat yang digunakan untuk mengetahui pengaruh komponen sistem
kerja terhadap stress kerja yaitu macroergonomic organizational questionnaire survey
dan diagram jalur. Pengaruh secara simultan dari kondisi organisasi, kondisi pekerjaan,
lingkungan fisik, lingkungani sosial, peralatan & teknologi, dan karakteristik individual
terhadap stress kerja yang dialami karyawan adalah sebesar 0.820 membuktikan bahwa
pengaruh dari semua komponen sistem kerja kuat terhadap stress kerja. Pengaruh
secara parsial dari komponen sistem kerja terhadap stress kerja sebesar: kondisi
organisasi sebesar 0.153, kondisi pekerjaan sebesar 0.166, lingkungan fisik sebesar
0.176, lingkungan sosial sebesar 0.066, peralatan & teknologi sebesar 0.148, dan
karakteristik individual sebesar 0.111. Disimpulkan secara keseluruhan komponen sistem
kerja berpengaruh secara signifikan terhadap stress kerja.
1
risma_stak@Yahoo.com
80
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 5 No. 1 Agustus 2012
81
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 5 No. 1 Agustus 2012
82
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 5 No. 1 Agustus 2012
meliputi dua hal, yaitu pengujian validitas umum, stress diartikan sebagai tekanan
dan reabilitas. Pentingnya pengujian psikologis yang dapat menimbulkan
validitas dan reabilitas ini, berkaitan penyakit baik fisik maupun mental
dengan proses pengukuran yang Manuaba (1998), mendifinisikan
cenderung keliru. Apalagi dalam bahwa stress adalah segala rangsangan
penelitian ilmu-ilmu sosial, variabel- atau aksi tubuh manusia, baik berasal
variabel yang diteliti sifatnya lebih dari tubuh manusia sendiri yang
abstrak sehingga lebih sukar untuk dilihat menimbulkan bermacam-macam dampak
dan divisualisasikan tidak seperti ilmu- yang merugikan mulai dari menurunya
ilmu eksakta. Uji reabilitas dan validitas kesehatan sampai kepada dideritanya
diperlukan sebagai upaya untuk suatu penyakit yang semuanya menjurus
memaksimalkan kualitas alat ukur, agar kapada menurunya efisiensi dan
kecenderungan keliru tadi dapat produktivitas kerja yang bersangkutan.
diminimalkan. Dengan demikian dapat
dikatakan bahwa reabilitas dan validitas PEMBAHASAN
adalah tempat kedudukan untuk menilai Jumlah koresponden sebnayak
kualitas semua alat dan prosedur 70 oang dan dari hasil pengolahan data
pengukuran. dengan menggunakan software SPSS
Analisis jalur digunakan apabila 15, dapat disimpulkan bahwa semua item
secara teori yakin berhadapan dengan dalam kuisioner penelitian ini telah valid
masalah yang berhubungan sebab dan realibel sehingga dapat digunakan
akibat. Tujuanya adalah menerangkan dalam penelitian ini.
akibat langsung dan tidak langsung Hubungan antara kondisi kom-
serangkaian variabel, sebagai variabel ponen sistem kerja di perusahaan ter-
penyebab terhadap variabel lainya yang hadap stress kerja yang dialami karya-
merupakan variabel akibat. Beberapa wan dapat digambarkan dalam diagram
istilah dan definisi dalam analisis jalur: jalur Gambar 1. Dari gambar diagram
(1) dalam analisis jalur hanya jalur dapat diambil kesimpulan sebagai
menggunakan sebuah lambang variabel, berikut: Ko-relasi Parsial; merupakan
yaitu X. Untuk membedakan X yang satu korelasi yang menunjukkan tingkat
dengan X yang lainya, digunakan hubungan antara dua buah variabel,
subscript (indeks). Contoh : X1, X2, yaitu antara sesama variabel exogenous
X3…Xk. (2) Ada dua jenis variabel yang maupun antara satu variabel exogenous
digunakan, yaitu variabel yang menjadi dengan satu variabel endogenous.
pengaruh X (exogenous variable) dan Nilai koefesien korelasi (rij) yang
variabel yang dipengaruhi Y tertera pada tabel korelasi hasil
(endogenous variable). (3) Lambang pengolahan data terlihat dalam diagram
hubungan langsung dari exogenous ke jalur diatas merupakan nilai suatu hu-
endogenous adalah panah bermata satu, bungan korelasional. Sedangkan batasan
yang bersifat recursive atau arah dari nilai sebauh koefesien korelasi
hubungan yang tidak berbalik/satu arah. adalah sebagai berikut:
(4) Diagram jalur merupakan diagram Nilai 0.00-0.20: korelas sangat lemah
atau gambar yang mensyaratkan Nilai 0.2-0.40: korelasinya lemah
hubungan terstruktur antar variabel. Nilai 0.41- 0.70: korelasinya kuat
Ada beberapa pendapat tentang Nilai 0.91-0.99 : korelasi kuat sekali
definisi stress dari beberapa aspek Nilai 1.00 : korelasinya sempurna
keilmuan. Levi dalam Tarwaka (1991) Hubungan korelasional
mendefinisikan stress sebagai berikut yang dapat dijabarkan dalam penelitian
:Dalam bahasa teknik, stress diartikan ini yaitu seperti yang tersajikan dalam
sebagai kekuatan dari bagian-bagian Tabel 1 Korelasi Antar Variable. Kontri-
tubuh, Dalam bahasa biologi dan busi Simultan; dari hasil output data
kedokteran, stress dapat diartikan koefisien korelasi variabel kondisi
sebagai proses tubuh untuk beradaptasi organisasi (X1), kondisi pekerjaan (X2),
terhadap pengaruh luar dan perubahan lingkungan fisik (X3), lingkungan sosial
lingkungan terhadap tubuh, Secara (X4), peralatan & teknologi (X5),
83
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 5 No. 1 Agustus 2012
84
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 5 No. 1 Agustus 2012
Sig (2 Koefisien
No Jenis Variabel Perbedaan Korelasi
Tailed) Korelasi
1 Kondisi Organisasi (X1) dan
0.000 Signifikan 0.799 Sangat Kuat
Kondisi Pekerjaan (X2)
2 Kondisi Pekerjaan (X2) dan
0.000 Signifikan 0.521 Kuat
Lingkungan Fisik (X3)
3 Lingkungan Fisik (X3) dan
0.045 Signifikan 0.240 Lemah
Lingkungan Sosial (X4)
4 Lingkungan Sosial (X4) dan
0.016 Signifikan 0.288 Lemah
Peralatan & Teknologi (X5)
5 Peralatan & Teknologi (X5) dan
0.000 Signifikan 0.506 Kuat
Karakteristik Individual (X6)
6 Kondisi Organisasi (X1) dan
0.000 Signifikan 0.512 Kuat
Lingkungan Fisik (X3)
7 Kondisi Pekerjaan (X2) dan
0.001 Signifikan 0.398 Lemah
Lingkungan Sosial (X4)
8 Lingkungan Fisik (X3) dan
0.000 Signifikan 0.625 Kuat
Peralatan & Teknologi (X5)
9 Lingkungan Sosial (X4) dan
0.003 Signifikan 0.354 Lemah
Karakteristik Individual (X6)
10 Kondisi Organisasi (X1) dan
0.049 Signifikan 0.236 Lemah
Lingkungan Sosial (X4)
11 Kondisi Pekerjaan (X2) dan
0.000 Signifikan 0.679 Kuat
Peralatan & Teknologi (X5)
12 Lingkungan Fisik (X3) dan
0.018 Signifikan 0.281 Lemah
Karakteristik Individual (X6)
13 Kondisi Organisasi (X1) dan
0.000 Signifikan 0.658 Kuat
Peralatan & Teknologi (X5)
14 Kondisi Pekerjaan (X2) dan
0.000 Signifikan 0.612 Kuat
Karakteristik Individual (X6)
15 Kondisi Organisasi (X1) dan
0.000 Signifikan 0.572 Kuat
Karakteristik Individual (X6)
yang digunakan kurang baku sehingga
Pengaruh Kondisi Pekerjaan menyebabkan karyawan sering kesulitan
(X2) terhadap Stress Kerja (Y)
Nilai hitung t untuk variabel kondisi saat melakukan pekerjaanya. Pembagian
pekerjaan adalah sebesar 2.031. kerja yang kurang merata antara
Sedangkan nilai tabel t untuk n = 70 departemen yang satu dengan yang
adalah sebesar 1.996, karena nilai hitung lainya. Kurangnya kegiatan ekstra bagi
t > tabel t (2.031 > 1.996) atau nilai karyawan sehingga karyawan merasa
signifikansi < alpha (0.047 < 0.05), maka bosan dengan kegiatan yang bersifat
H0 ditolak, berarti kondisi pekerjaan rutinitas dan beban kerja yang berlebihan
berpengaruh terhadap stress kerja. Adapun masukan bagi
Besarnya pengaruh kondisi pekerjaan perusahaan yang dapat diberikan untuk
terhadap stress kerja secara keseluruhan mengurangi stress kerja karyawan
sebesar 0.166 atau 16.60%. Pengaruh berkaitan dengan kondisi pekerjaan
kondisi pekerjaan terhadap stress kerja adalah membakukan metode kerja
dapat ditunjukkan oleh beberapa (dibuat secara tertulis) agar karyawan
indikator, diantaranya yaitu metode kerja dapat bekerja dengan baik. Memeriksa
kembali setiap departemen agar dapat
85
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 5 No. 1 Agustus 2012
86
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 5 No. 1 Agustus 2012
87
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 5 No. 1 Agustus 2012
1.996) atau nilai signifikansi < alpha (D) ditunjukkan oleh R Square sebesar
(0.001 < 0.05), maka H0 ditolak, berarti 0.820 atau 82.00%. Sedangkan sisanya
lingkungan fisik berpengaruh terhadap 18.00% dijelaskan oleh variabel lainya.
stress kerja. Besarnya pengaruh DAFTAR PUSTAKA
lingkungan fisik terhadap stress kerja Ali Muhidin S, Abdurahman M, 2007.
secara keseluruhan sebesar 17.60%. Analisis Korelasi, Regresi dan
Pengaruh Lingkungan sosial (X4) Jalur Dalam Penelitian. Bandung
terhadap Stress Kerja (Y). Nilai hitung t : Pustaka Setia
untuk variabel lingkungan sosial adalah Carayon P & Hoonaker P, 2001,
sebesar 2.387. Sedangkan nilai tabel t Macroergonomic Organizational
untuk n = 70 adalah sebesar 1.996, Questionnaire Survey(MOQS) :
karena nilai hitung t > tabel t (2.387 > Handbook of Human Factors and
1.996) atau nilai signifikansi < alpha Ergonomics Methods. University
(0.020 < 0.05), maka H0 ditolak, berarti of Wisconsin
lingkungan sosial berpengaruh terhadap Elfrida, 2009. Penilaian Dan Perbaikan
stress kerja. Besarnya pengaruh Sistem Kerja Dengan
lingkungan sosial terhadap stress kerja Macroergonomic Organizartional
secara keseluruhan sebesar 6.60%. Questionnaire Survey (MOQS).
Pengaruh Peralatan & Teknologi (X5) Skripsi. Universitas Sumatera
terhadap Stress Kerja (Y). Nilai hitung t Utara (Tidak Dipublikasikan)
untuk variabel peralatan dan teknologi Hendrick, W, 2001. Macroergonomics:
adalah sebesar 2.342. Sedangkan nilai An Introduction To Work System
tabel t untuk n = 70 adalah sebesar Design. Santa Monica – USA :
1.996, karena nilai hitung t > tabel t HFES Publisher
(2.342 > 1.996) atau nilai signifikansi < Levi, L, 1991. Stress Dalam:
alpha (0.022 < 0.05), maka H0 ditolak, Parmeggiani, L. Edt. Encylopedia
berarti peralatan & teknologi of Occupational Health and
berpengaruh terhadap stress kerja. Safety. Genewa : ILO
Besarnya pengaruh peralatan & teknologi Manuaba, 1998. Stress and Strain.
terhadap stress kerja secara keseluruhan Dalam Bunga Rampai Ergonomi
sebesar 14.80%. Vol I. Program Studi Ergonomi-
Pengaruh karakteristik individual Fisiologi Kerja. Universitas
(X6) terhadap Stress Kerja (Y). Nilai Udayana : Denpasar
hitung t untuk variabel karakteristik Munandar, AS., 2001. Stress dan
individual adalah sebesar 2.440. Keselamatan Kerja, Psikologi
Sedangkan nilai tabel t untuk n = 70 Industri dan Organisasi. Jakarta :
adalah sebesar 1.996, karena nilai hitung UI Press
t > tabel t (2.440 > 1.996) atau nilai Tarwaka, Solichul HB, dan Lilik S,2004
signifikansi < alpha (0.018 < 0.05), maka Ergonomi: Untuk K3 Dan
H0 ditolak, berarti karakteristik individual Produktivitas.
berpengaruh terhadap stress kerja.
Besarnya pengaruh karakteristik
individual terhadap stress kerja secara
keseluruhan sebesar 11.10%.
Hubungan kondisi organisasi
(X1), kondisi pekerjaan (X2), lingkungan
fisik (X3), lingkungan sosial (X4),
peralatan & teknologi (X5), karakteristik
individual (X6) terhadap stress kerja (Y)
secara simultan (R) sebesar 0.905 dan
hubungan yang terjadi termasuk kuat
positif. Adapun keenam variabel
eksogenus tersebut mampu menjelaskan
hubungan yang terjadi dengan stress
kerja atau disebut koefisien determinasi
88
JURNAL TEKNOLOGI TECHNOSCIENTIA ISSN: 1979-8415
Vol. 5 No. 1 Agustus 2012
89