0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
146 tayangan38 halaman

Laporan PLC

Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Unduh sebagai docx, pdf, atau txt
Anda di halaman 1/ 38

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL, DIREKTORAT JENDERAL PENDIDIKAN TINGGI

POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG


(POLITEKNIK MEKANIK SWISS)

LAPORAN PRAKTIKUM
“PLC (Programmable Logic Controller)”

Disusun oleh :

M RIFQI LUTHFI ZAKY (216411015)

JURUSAN TEKNIK MANUFAKTUR

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI REKAYASA MANUFAKTUR (D4)

POLITEKNIK MANUFAKTUR NEGERI BANDUNG

2018
LAPORAN KEGIATAN PRAKTIKUM BENGKEL

Polman MINGGU KE : PROGRAM : PLC 2 Polman

HARI WAKTU
KEGIATAN
TGL WP WS

Apel pagi 10’

Pengerjaan FX training Mitsubishi (F1) 120’

SENIN Istirahat 1 15’

Pengerjaan FX training Mitsubishi (F4) 8°30’ 145’

Istirahat 2 60’

08.10 Pengerjaan FX training Mitsubishi (F5) 150’

2018 Apel sore 10’

Apel pagi 10’

Pengerjaan FX training Mitsubishi (F7) 120’

SELASA Istirahat 1 15’

Penjelasan DIFU & DIFD 8°30’ 145’

Istirahat 2 60’

09.10 Latihan DIFU & DIFD 150’

2018 Apel sore 10’

Apel pagi 10’

Penjelasan MOVE 120’

RABU Istirahat 1 15’

Latihan mixer menggunakan intruksi MOV 8°30’ 145’

Istirahat 2 60’

10.10 Latihan pengecatan menggunakan intruksi MOV 150’


2018 Apel sore 10’

Apel pagi 10’

Penjelasan Visual Basic ke PLC 120’

KAMIS Istirahat 1 15’

Pengerjaan latihan mixer dengan Visual Basic 8°30’ 145’

Istirahat 2 60’

11.10 Pengerjaan latihan pengecatan dengan Visual Basic 150’

2018 Apel sore 10’

Apel pagi 10’

Pengerjaan latihan pengecatan Visual Basic 4°00’ 110’

JUMAT Istirahat 1 15’

Pengeditan data hasil praktik untuk laporan 105’

12.10 UKM - -

2018

Total 38°10’

Penyelia

……………
BAB I
PENDAHULUAN

PLC pada awalnya sebagai alat elektronik untuk mengganti panel relay. Pada saat itu
PLC hanya bekerja untuk kondisi ON-OFF untuk pengendalian motor, solenoid, dan actuator.
Alat ini mampu mengambil keputusan yang lebih baik dibandingkan relay biasa. PLC pertama-
tama banyak digunakan pada bagian otomotif. Sebelum adanya PLC, sudah banyak peralatan
kontrol sequence, ketika relay muncul, panel kontrol dengan relay menjadi kontrol sequence
yang utama. Ketika transistor muncul, solid state relay yang diterapkan seperti untuk kontrol
dengan kecepatan tinggi.
Sekarang sistem kontrol sudah meluas hingga keseluruh pabrik dan sistem kontrol total
dikombinasikan dengan kontrol feedback, pemrosesan data, dan sistem monitor terpusat. Saat
ini PLC sudah menjadi alat yang cerdas, yang merupakan kebutuhan utama di industri modern.
PLC modern juga sebagai alat yang dapat mengakuasi data dan menyimpannya.
PLC sebenarnya adalah suatu sistem elektronika digital yang dirancang agar dapat
mengendalikan mesin dengan proses mengimplementasikan fungsi nalar kendali sekuensial,
operasi pewaktuan (timing), pencacahan (counting), dan aritmatika.
BAB II
PEMBAHASAN

Programmable Logic Controller (PLC) adalah sebuah rangkaian elektronik


yang dapat mengerjakan berbagai fungsi-fungsi kontrol pada level-level yang kompleks. PLC
dapat diprogram, dikontrol, dan dioperasikan oleh operator yang tidak berpengalaman dalam
mengoperasikan komputer. PLC umumnya digambarkan dengan garis dan peralatan pada suatu
diagram ladder. Hasil gambar tersebut pada komputer menggambarkan hubungan yang
diperlukan untuk suatu proses. PLC akan mengoperasikan semua siatem yang mempunyai
output apakah harus ON atau OFF. Dapat juga dioperasikan suatu sistem dengan output yang
bervariasi.

PLC merupakan suatu instrument yang digunakan untuk menggantikan rangkaian relay
secara sekuensial untuk mengontrol suatu mesin. PLC dalam operasinya membutuhkan suatu
input tergantung dari keadaannya dan nantinya akan menghasilkan suatu output dalam bentuk
on/off.
Prinsip kerja sebuah PLC adalah menerima sinyal masukan proses yang
dikendalikan lalu melakukan serangkaian instruksi logika terhadap sinyal masukan tersebut
sesuai dengan program yang tersimpan dalam memori lalu menghasilkan sinyal keluaran untuk
mengendalikan aktuator atau peralatan lainnya. Secara umum fungsi PLC adalah sebagai
berikut:
1. Sekuensial Control. PLC memproses input sinyal biner menjadi output yang
digunakan untuk keperluan pemrosesan teknik secara berurutan (sekuensial), disini PLC
menjaga agar semua step atau langkah dalam proses sekuensial berlangsung dalam
urutan yang tepat.
2. Monitoring Plant. PLC secara terus menerus memonitor status suatu sistem
(misalnya temperatur, tekanan, tingkat ketinggian) dan mengambil tindakan yang
diperlukan sehubungan dengan proses yang dikontrol (misalnya nilai sudah melebihi
batas) atau menampilkan pesan tersebut pada operator.

Keunggulan PLC dibanding Sistem Konvensional


Salah satu keunggulan PLC dibanding sistem konvensional kontrol panel adalah sebagai
berikut:
1. Pengawatan lebih sedikit.
2. Perawatan relatif mudah .
3. Pelacakan sistem lebih sedarhana.
4. Konsumsi daya relatif rendah.
5. Dokumentasi gambar lebih sederhana dan lebih mudah dimengerti.
6. Modifikasi sistem lebih sederhana dan cepat.
STRUKTUR DASAR PLC

1. Central Prosesing Unit (CPU)


CPU berfungsi untuk mengontrol dan mengawasi semua pengopersian dalam PLC,
melaksanakan program yang disimpan didalam memory. Selain itu CPU juga memproses
dan menghitung waktu memonitor waktu pelaksanaan perangkat lunak dan
menterjemahkan program perantara yang berisi logika dan waktu yang dibutuhkan untuk
komunikasi data dengan pemrogram.
2. Memory
Memory yang terdapat dalam PLC berfungsi untuk menyimpan program dan
memberikan lokasi-lokasi dimana hasil-hasil perhitungan dapat disimpan didalamnya. PLC
menggunakan peralatan memory semi konduktor seperti RAM (Random Acces Memory),
ROM (Read Only Memory), dan PROM (Programmable Read Only Memory).
3. Input / Output
Sebagaimana PLC yang direncanakan untuk mengontrol sebuah proses atau operasi
mesin, maka peran modul input / output sangatlah penting karena modul ini merupakan
suatu perantara antara perangkat kontrol dengan CPU. Suatu peralatan yang dihubungkan
ke PLC dimana megirimkan suatu sinyal ke PLC dinamakan peralatan input. Sinyal masuk
kedalam PLC melalui terminal atau melalui kaki – kaki penghubung pada unit. Tempat
dimana sinyal memasuki PLC dinamakan input poin, Input poin ini memberikan suatu
lokasi di dalam memory dimana mewakili keadaannya, lokasi memori ini dinamakan input
bit. Ada juga output bit di dalam memori dimana diberikan oleh output poin pada unit,
sinyal output dikirim ke peralatan output.
Setiap input/output memiliki alamat dan nomor urutan khusus yang digunakan
selama membuat program untuk memonitor satu persatu aktivitas input dan output didalam
program. Indikasi urutan status dari input output ditandai Light Emiting Diode (LED) pada
PLC atau modul input/output, hal inidimaksudkan untuk memudahkan pengecekan proses
pengoperasian input / output dari PLC itu sendiri.

4. Power Supply
PLC tidak akan beroperasi bila tidak ada supply daya listrik. Power supply merubah
tegangan input menjadi tegangan listrik yang dibutuhkan oleh PLC. Dengan kata lain
sebuah suplai daya listrik mengkonversikan suplai daya PLN (220 V) ke daya yang
dibutuhkan CPU atau modul input /output.
Intruksi pada Sistem Kendali PLC
Pada sistem kendali yang memakai PLC, banyak sekali instruksi – instruksi yang bisa
digunakan. Salah satu instruksi yang paling sering digunakan pada sistem otomasi adalah
instruksi Start dan Stop.
instruksi Sequence I/O adalah instruksi yang digunakan untuk mengatur logika
pada input serta output PLC, instruksi ini meliputi fungsi gerbang dasar Berikut ini adalah
gambar yang menunjukkan instruksi dasar pada input dan output PLC.

 Instruksi DIFU/DIFD
Aplikasi kontrol ini berfungsi untuk mengaktifkan output selama satu scan. DIFU bekerja
pada awal PB ditekan walaupun PB masih ditekan On pada DIFU hanya bekerja satu scan.
DIFD bekerja pada saat PB dilepas ketika PB mulai ditekan sampai sesaat mau dilepas DIFD
masih blm on tetapi saat PB dilepas DIFD on selama satu scan.

Untuk mengaktifkan output selama satu scan selain menggunakan instruksi DIFU / DIFD
juga bisa menggunakan contact dengan differentiation up/down.
 Instruksi MOV
Move adalah intruksi untuk memindahkan data dari 1 lokasi (sourcing word) ke lokasi data 2
(Destination). lokasi yang ingin dipindahkan dapat berupa nilai ataupun memori.

Ketika PB 0.00 ditekan Data #123 akan dipindahkan ke D200, kemudian jika PB 0.02
ditekan data di D200 akan dipindahkan ke D201.

Komunikasi Data Visual Basic - PLC Omron

Visual Basic adalah sebuah program yang bisa digunakan untuk mengakses data yang
terdapat dalam memori sebuah PLC. Software Visual Basic yang digunakan adalan Visual
Basic 6.0 dan PLC-nya dari keluarga Omron yaitu Omron CPM1A/CPM2A. Komunikasi PLC
dengan Visual Basic sebagai implementasi konsep dasar pertukaran data yang dilakukan
melalui port serial. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar komunikasi PLC dengan
VB dapat berjalan dengan baik

Persiapan Setting Sistem


 Pengesetan Host Link Units
Host link Unit berfungsi untuk menjembatani PC dalam memonitor status
pengoperasian dan lokasi data dari PLC. Dalam hal ini kita
menggunakan OMRON CQM1-CIF02. Parameter komunikasinya sudah ter-setting
standar yaitu :
1. Kecepatan Transmisi.
Baud-rate = 9.600 bps
2. Format data untuk sebuah karakter.
Nomor start bits = 1
Panjang data = 7 bits
Event (vertical) parity = 1 bits
Nomor stop bits = 2

 Pengesetan PC/Komputer
PC diset melalui pemrograman / penulisan kode, yaitu dengan men-set properti
kontrol komunikasi. Pengesetan parameter kecepatan transmisi dan format data pada
properti harus benar-benar sama dengan pengesetan pada Host link Unit.
Pemaketan Data
Agar dapat membaca ataupun menulis, satu rangkaian data harus dikirim dengan bentuk
paket terstruktur yang disebut frame. Masing-masing lokasi data atau memori data mempunyai
bentuk frame yang berbeda. Dalam contoh disini kita menuliskan data pada lokasi data IR
(Internal Relay). Frame penulisannya:
Contoh : @00WR00010020
 “00” = Unit no. (BCD)
 “WR” = Memori yang dituju . Diisi huruf “W” pada urutan pertama lalu disusul jenis
inputan yang diinginkan. Bila ingin menginput suatu relay maka ditulis “WR” namun
apabila ingin menginput data teks/bilangan ditulis “WD”.
 “0001” = berisi alamat tujuan, Bila alamat tujuan D1000 maka diisi “1000” tetapi
memori yang ditujunya harus “WD”.
 “0020” = berisi sub alamat tujuan (bila pada relay) atau variabel data yang ingin
diinput (bila pada kasus MOV Data). “0020” pada Sub Alamat ini menunjukan sub
alamat “.05”. Terdapat perhitungan khusus untuk mengubah digit angka tersebut.

Cara konversi bilangan ke heksadesimal pada program PLC-Visual Basic

1. Tentukan sub alamat input/output pada CX-Programmer yang dituju dan yang akan
dipakai sebagai tombol pada Visual Basic. Contoh : relay 5.05 , alamat : 5 , sub alamat
: 05 .
2. Buat kolom biner sebagai berikut :
|0000|0000|0000|0000|
Urutan kolom bilangan binner diatas adalah dari kanan ke kiri dan dimulai dari
angka 0
3. Input angka 1 pada kolom bilangan biner diatas sesuai dengan besaran angka sub
alamat. Contoh : sub alamat : 05
|0000|0000|0010|0000|
|23222120 | 23222120 | 23222120 | 23222120 |
Bilangan disetiap kolom dikalikan dengan 2⁰ atau 21 atau 2 2 atau 23 sesuai dengan posisi
bilangan dimana dimulai dari posisi paling kanan. Paling kanan dikalikan 2⁰.

4. Kalikan masing-masing bilangan tersebut dengan angka sesuai aturan lalu jumlahkan
hasil perkalian tiap kolom. Maka dari contoh diatas didapatkan kode |0|0|2|0| .
Pemrograman Visual Basic
Berdasarkan data resource dan rancangan sistem kita, maka kita bisa memulai
pembuatan program yang kita butuhkan. Dalam aplikasi ini window yang kita buat sebagai
antarmuka aplikasi merupakan window sederhana dengan jumlah objek minimum yang
mencukupi. Objek ini kita butuhkan sebagai bagian dari perangkat komunikasi serial dalam
perangkat lunak. Untuk ini kita buat ambil sebuah objek komunikasi dengan
nama default Comm1, dan tiga buah text box dan label yang sesuai.
Algoritma program meliputi pengaktifan port, pembacaan isi port, pembuatan frame
data yang memenuhi syarat bisa dibaca PLC, yakni dengan frame yang telah kita sebutkan di
atas, pengiriman data, dan pembacaan respon dari PLC. Pengecekan isi buffer merupakan
opsional (tambahan saja).

Kode Program
Pengaktifan Port

Dalam mengaktifkan Port kita harus


memasukan menu Microsoft Comm
Control 6.0 sebagai tempat dari menu
“MSComm”. Gambar dari menu ini berupa
jam. Kemudian setelah itu masukan
program dibawah pada Form.

Private Sub Form_Load()


MSComm1.CommPort = 1
MSComm1.Settings = "9600,e,7,2"
MSComm1.DTREnable = True
MSComm1.RTSEnable = True
MSComm1.SThreshold = 9
MSComm1.RThreshold = 1
MSComm1.Handshaking = 2 - comRTS
MSComm1.PortOpen = True
End Sub
 Properti CommPort
bertugas men-set nomor serial port yang digunakan oleh PC. Karena kita menggunakan
port COM 1 dan nama kontrol komunikasinya adalah Comm1, maka
kodenya Comm1.CommPort = 1.
 Properti Settings
bertugas men-set baud rate, parity, data bits dan stop bits COM1. Dalam hal ini baud-
rate = 9.600 bps, nilai parity = even, panjang data 7 bits dan stop bit =2.

 Properti PortOpen
bertugas men-set keadaan COM 1, terbuka atau tertutup. Karena kelompok kode di atas
dieksekusi pada saat awal program komunikasi di run, maka isinya Comm1.PortOpen
= True.
Perhitungan FCS dan Pengiriman data
FCS (Frame Check Sequence) adalah hasil konversi 8-bit data ke 2 digit karakter
ASCII. Ke 8-bit data merupakan hasil dari exclusive OR secara berurut (sequence) karakter

Private Sub KIRIM_DATA()


L = Len(Dat)
A=0
For i = 1 To L
Opo = Mid(Dat, i, 1)
A = Asc(Opo) Xor A
Next i
FCS = Hex(A)
If Len(FCS) = 1 Then
FCS = "0" + FCS
End If
DatTX = Dat + FCS + "*" + Chr(13)
MSComm1.Output = DatTX
End Sub
pertama hingga karakter terakhir pada sebuah frame. Perhitungan FCS ini kita letakkan dalam
event kotak perintah (command box).

Agar Program Visual Basic dapat membaca ataupun menulis data PLC, maka data yang
harus kirim dalam bentuk paket tersetruktur yang disebut frame melalui commport. Frame yang
digunakan untuk PLC yaitu FCS. FCS (Frame Check Sequence) adalah hasil konversi 8-bit
data ke 2 digit karakter ASCII. Ke 8-bit data merupakan hasil dari exclusive OR secara berturut
(sequence) karakter pertama hingga karakter terakhir pada sebuah frame. Jika ternyata ASCII
yang dihasilkan adalah 1 digit, maka perlu ditambahkan ASCII ”0” di depan ASCII yang
kedua. Lalu setelah data digabung dengan FCS dan ASCII lainya, kemudian dimasukkan dalam
variabel DatTX. Setelah itu, variabel DatTX dikirim ke port menggunakan
perintah ”MSComm.Output”.

Tabel Fungsi String Pada Listing Program Private Sub kirim()

Fungsi Keterangan
Dat Data yang akan dikirim.
Len (l) Untuk menghitung jumlah karakter dari
data.
Opo = Mid (Dat, I, 1) Untuk mengambil 1 karakter pada dari
atau Mid (Dat, n, m) karakter ke I yang telah ditetapkan.
Atau mengambil m karakter dari
karakter ke n terhadap variabel string.
Chr (13) Menspesifikasikan nilai dalam ASCII,
dan penambahan Chr (13) agar PLC
mampu dibaca oleh VB.
Asc Menghasilkan angka ASCII dari suatu
karakter tunggal
FCS (Frame Check Hasil konversi 8-bit data ke 2 digit
Sequence) karakter ASCII
Meregistrasi Tipe data
Berikut contoh Program untuk Meregistrasi tipe data yang digunakan pada
program yang dibuat.

 String adalah tipe data untuk teks yang


Option Explicit
merupakan gabungan huruf, angka, whitespace (spasi),
Dim buffer As String
dan berbagai karakter. Fungsi ini digunakan untuk
Dim Dat As String
membuat identifier String/teks.
Dim L As Integer
Dim A As Integer
 Integer adalah type data pada php yang berupa
Dim i As Integer angka bulat seperti 1, 22, 100, 1000, type data ini
Dim Opo As String sangat umum digunakan di bahasa pemrograman
Dim FCS As String khusunya berkaitan dengan angka bulat. Nilai integer
Dim DatTX As String bisa bernilai negatif atau positif dan jika tidak diberi
tanda ( – ) maka diasumsikan sebagai nilai positif.

BAB III
LATIHAN – LATIHAN
Pada minggu ini Latihan PLC menggunakan 3 software yaitu FX Training Mitsubishi,
CX Programmer, dan Visual Basic 6.0.

 Pada FX Training Mitsubishi kita mengerjakan Latihan :


 F1 – Automatic Door Operation
 F4 - Sorting Defective Part
 F5 - Forward/Reverse Rotation Control
 F7 - Sorting & Distributing Line

 Pada CX Programmer kita mengerjakan latihan tentang Intruksi DIFU, DIFD dan
MOV. Berikut Latihannya :
 Latihan DIFDU & DIFD
 Latihan MOVE
 Latihan DIFU, DIFD & MOVE (Mixer & Pengecatan)
Contoh latihan DIFU, DIFD

 Program
Contoh latihan MOVE
 Program

 Fungsi DIFU atau DIFD disini berfungsi agar Switch tidak menahan terus arusnya.
Jadi hanya bekerja selama satu scan sesuai dengan fungsi DIFU/DIFD yang
digunakan.
 MOV digunakan untuk memindahkan Data yang pada Intruksi MOV. Pada kasus ini
data pada MOV dipindahkan ke Timer untuk mengubah durasi timer yang telah
ditentukan.
Latihan gabungan DIFU, DIFD & MOVE

1. Mixer
 Program
 Data
2. Pengecatan
 Program
 Data
 Pada latihan selanjutnya yaitu menggabungkan CX Programmer dengan Visual
Basic 6.0 sebagai system inputnya.
 Komunikasi Antara VB dengan PLC
 Latihan Mixer dengan VB
 Latihan Pengecatan dengan VB
1. Mixer
 CX PROGRAMMER
 Program
 Data
 VISUAL BASIC

KETENTUAN :

1. Ketika Power on ditekan lampu indicator


On
2. Ketika Mixer on ditekan proses Mixer
berlangsung sesuai waktu yang sudah
ditentukan sesuai Option yang dipilih. Proses
Mixer tidak akan mulai kalau lampu indicator
tidak menyala.
3. Power Off berfungsi untuk mematikan
lampu indicator mesin. Jika Proses Mixer
sedang berlangsung dan Power Off ditekan
maka lampu indicator mesin baru akan mati
setelah pengecatan berakhir.
4. Option berfungsi untuk mengubah durasi pengecatan sesuai yang telah
ditentukan.
5. Program akan berjalan ketika Monitor Mode ON
2. Pengecatan
 CX PROGRAMMER
 Program
 Data
 VISUAL BASIC

KETENTUAN :

1. Ketentuan dasar seperti latihan


pengecatan yang diatas.
2. Durasi pengecatan ditentukan dengan
mengisi text box. Mengisi nya harus 4 digit.
Contoh : 0050 = 5 detik.
3. Terdapat menu program mode,
monitor mode dan run mode yang langsung
terhubung ke PLC
PENUTUP

PLC merupakan suatu sistem elektronika digital yang dirancang agar dapat
mengendalikan mesin dengan proses mengimplementasikan fungsi nalar kendali sekuensial,
operasi pewaktuan (timing), pencacahan (counting), dan aritmatika. PLC disini berfungsi untuk
penganti Relay pada suatu system otomatisasi.
Penggunaan Visual Basic pada sistem interface dapat menambah input - input sebanyak
mungkin sesuai dengan kebutuhan dari sistem tersebut, sehingga dapat mengantisipasi input
yang terbatas pada panel PLC. Untuk menghubungkan Software Visual Basic dengan PLC
harus mengsinkronkan beberapa program agar dapat saling mengirim data.

Faktor kemajuan teknologi industri yang makin modern tentunya akan menuntut
engineer yang paham akan sistem kendali otomatis yang mana banyak dipakai pada industri
saat in . Maka dari itu, tujuan dari praktikum PLC ini adalah agar mahasiswa dapat memahami
sistem kendali otomatis baik dari segi perencanaan kendali,pembuatan kendali dan juga
melakukan troubleshooting dalam perawatan dari sebuah sistem kendali.

Anda mungkin juga menyukai