0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
29 tayangan12 halaman

Tinjauan Agama TTG Perawatan Paliatif Nia

Unduh sebagai pptx, pdf, atau txt
Unduh sebagai pptx, pdf, atau txt
Unduh sebagai pptx, pdf, atau txt
Anda di halaman 1/ 12

TINJAUAN AGAMA TENTANG

PERAWATAN PALIATIF
OLEH : Ns. NIA APRILLA, M.Kep
Masalah spiritual
Menurut Carpenito (2006) salah satu masalah yang
sering muncul pada pasien paliatif adalah distress
spiritual. Distres spiritual dapat terjadi karena diagnose
penyakit kronis, nyeri, gejala fisik, isolasi dalam
menjalani pengobatan serta ketidakmampuan pasien
dalam melakukan ritual keagamaan yang mana
biasanya dapat dilakukan secara mandiri
Kebutuhan spiritual
Spiritual merupakan sesuatu yang di percayai oleh
seseorang dalam hubungannya dengan kekuatan yang
lebih tinggi (Tuhan) yang menimbulkan suatu
kebutuhan serta kecintaan terhadap adanya Tuhan dan
permohonan maaf atas kesalahan yang pernah dibuat
(Aziz, 2014 dalamSasmika, 2016)
Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan
spiritual
Tahap perkembangan. Spiritual berubungan dengan
kekuasaan non material,seseorang harus memiliki
beberapa kemampuan berfikir abstrak sebelum mulai
mengerti spiritual dan menggali suatu hubungan
dengan Tuhan.
Sistem hubungan. Sistem pendukung individu seperti
keluarga dan pihak yang mempunyai peran penting di
dalam hidup (Archiliandi, 2016). Peranan keluarga
penting dalam perkembangan spiritual individu. Selain
keluarga perawat juga mempunyai peranan penting
apabila individu tersebut dirawat di rumah sakit
khususnya dalam pemenuhan kebutuhan spiritual yang
meliputi thaharah dan shalat.
Latar belakang etnik dan budaya. Sikap, keyakinan,
dan nilai dipengaruhi oleh latar belakang etnik dan
sosial budaya. Pada umumnya seseorang akan
mengikuti tradisi agama dan spiritual keluarga.
Pengalaman hidup sebelumnya. Pengalaman hidup
yang positif ataupun negatif dapat mempengaruhi
spiritual seseorang, peristiwa dalam kehidupan
seseorang biasanya dianggap sebagai suatu cobaan
yang diberikan Tuhan kepada manusia untuk menguji
keimanannya.
Krisis dan perubahan. Krisis dan perubahan dapat
menguatkan seseorang. Krisis sering dialami pada saat
orang sedang menghadapi penyakit, penderitaan,
proses penuaan, kehilangan, dan bahkan kematian.
Perubahan dalam kehidupan dan krisis yang dihadapi
tersebut merupakan pengalaman spiritual yang bersifat
fisik dan emosional.
Terpisah dari ikatan spiritual.Menderita sakit terutama
yang bersifat akut, sering kali membuat individu
merasa terisolasi dan kehilangan kebebasan pribadi
dari sistem dukungan sosial. Akibatnya, kebiasaan
hidup sehari-hari juga berubah, diantaranya tidak dapat
menghadiri acara resmi, mengikuti kegiatan
keagamaan atau tidak dapat berkumpul dengan
keluarga atau teman dekat yang bisa memberikan
dukungan setiap saat bila diinginkan
Indikator spiritual need
Rasa putus asa, tidak berarti
Rasa menderita yang sangat kuat
Menjauh dari Tuhan
Marah kepada Tuhan
Rasa bersalah hukuman
Tujuan pendampingan spiritual
Penderita meninggal dalam iman
Keluarga meneguhkan proses keimanan
Membantu menyelesaikan tugas duniawi
Keluarga tetap dalam iman dan taqwa sepeninggalnya
Persiapan keluarga/caregiver
Sangat penting
Bagi penderita : meninggal dlm iman, membantu
menyelesaikan tugas duniawi
Bagi keluarga : mengatasi stres dan tetap sejahtera
sepeninggal penderita
Kelangsungan hidup pasien bisa menjadi lebih singkat
bukan hanya akibat dari penyakitnya, tetapi juga bisa
akibat dari kata-kata dan sikap kita

Anda mungkin juga menyukai