Academia.eduAcademia.edu

Laporan Praktikum Petrologi

Struktur Geologi Regional

Zona utara yang terdiri dari busur gunungapi pengaruh subduksi berumur miosen akhir, hasil dari subduksi lempeng laut maluku dengan arah dip yang cenderung ke barat. Zona ini merupakan hasil dari lempeng samudra di utara, dan blok mikrokontinental berumur paleozoikum, kompleks metamorfisme Malino yang berasal dari perbatasan Australia -New Guinea dari

Gondwanaland (Maulana et al., 2013).

Hamilton (1979) (Silver et al., 1983).

dijelaskan dengan rotasi negatif (searah jarum jam) dengan kutub terletak di ujung timur lengan utara (Silver et al., 1983).

Menurut Surmont et al. (1994), Bagian barat dari lengan utara Sulawesi mengalami rotasi searah jarum jam sekitar 20-25 0 pada kala Miosen. Rotasi ini tidak lain disebabkan oleh pengaruh sesar Palu-Matano yang memotong bagian barat lengan utara Sulawesi (Surmont et al., 1994).

Gambar 2. Rekonstruksi Paleotektonik Sulawesi selama (a) kala Miosen dan (b) situasi sekarang. 1 = Kerak benua; 2 = kerak samudra; 3 = busur gunungapi; 4 = zona subduksi; 5 = anomali medan magnet di Laut Sulawesi (Surmont et al., 1994) BAB III

TEORI RINGKAS

Petrologi merupakan salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari batuan pembentuk kulit bumi, mencakup aspek pemerian ( Klasifikasi batuan non klastik ditunjukkan pada tabel 2 (Djauhari, 2012).

Gambar 4. Klasifikasi Batuan Beku (Djauhari, 2012)

Batuan Metamorf

Batuan metamorf terbentuk akibat dari perubahan induksi pada saat temperatur tinggi (sekitar 600 o C) dan/atau tekanan tinggi (sekitar 500 Mpa pada kedalaman 20 Km). Perubahan ini (metamorfisme) terjadi saat keadaan padat. Jenis dari batuan metamorf dihasilkan bergantung pada material batuan sebelumnya yang mengalami metamorfisme, dan juga kondisi tekanan (P) dan suhu (T) yang mempengaruhinya (Waltham, 2009 Menurut ciri di atas batuan beku tersebut ialah batuan Andesit. Batuan breksi pada singkapan terdiri dari fragmen batuan beku intermediet dengan matriks berukuran lanau. Kondisi batuan sudah mengalami pelapukan.

Stasiun 2

Lokasi stasiun 2 terletak pada koordinat N 00 0 36'28.3" E 122 0 39'38.5" . Batuan pada lokasi telah mengalami perubahan sebagian menjadi batuan metamorf. Secara regional, lokasi singkapan berada pada satuan batuan Diorit Boliohuto, sehingga batuan pada singkapan tersebut adalah diorit porfiritik.

Struktur geologi yang didapatkan di singkapan ialah berupa struktur goresgaris dengan nilai trend : 335 0 E; plunge : 15 0 ; pitch : 75 0 , dan cermin sesar.

Stasiun 4

Lokasi stasiun 3 terletak pada koordinat N 00 0 29'8.8" E 122 0 13'33.0" .