MAKALAH HADITS TARBAWI
“Metode dan Media Pembelajaran”
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Pada Mata Kuliah “Hadits Tarbawi”
Di Susun Oleh:
Deny Adrian (0301193156)
Dosen Pengampu:
Muhammad Rozali , MA, Dr.
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SUMATERA UTARA
TA 2020-2021
BAB I
PENDAHULUAN
A. Pendahuluan
Tiada manusia yang terlahir di dunia ini langsung dalam keadaan pandai. Mereka
harus melalui fase-fase perkembangan otak sehingga manusia itu menjadi pandai.
Kemudian, manusia belajar dari apa yang biasa ia lihat, dengar, dan rasakan sehingga
ia dapat melakukan banyak hal.
Pendidikan sangat penting untuk kita. Pendidikan pertama yang diterima manusia
adalah pendidikan dari keluarga, kemudian sekolah mulai dari Pendidikan Anak Usia
Dini sampai Perguruan Tinggi. Dalam pendidikan tentu harus ada pendidik dan
peserta didik. Pendidik harus dapat menentukan metode dan media apa yang
digunakan untuk menyalurkan ilmunya kepada peserta didik sehingga dapat
memudahkan tercapainya tujuan dari pendidikan itu sendiri.
Selain dari itu, pendidikan juga membutuhkan metode-metode yang cocok dengan
materi apa yang harus disampaikan oleh pendidik kepada peserta didik.
A. Defenisi Metode dan Media Pembelajaran
Metode pembelajaran merupakan cara yang dilakukan pendidik atau guru untuk
menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Metode merupakan
langkah-langkah yang dilakukan pendidik dalam menyalurkan ilmunya kepada peserta
didik, sehingga dapat di terima dengan baik oleh peserta didik. Metode yang digunakan
para pendidik sangat berpengaruh dalam mewujudkan hasil dari pembelajaran
tersebut. Ridwan Abdullah Sani berpendapat, metode pembelajaran merupakan
langkahoperasional dari strategi pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Abdurrahman Ginting berpendapat metode pembelajaran dapat
diartikan cara atau pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar
pendidikan serta berbagai teknik dan sumber daya terkait lainnya agar terjadi proses
pembelajaran pada diri peserta didik.
Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan pendidik dalam
melakukan pembelajaran. Pendidik seharusnya dapat menggunakan media
pembelajaran yang dapat menarik perhatian dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Menurut H. Malik (1994), Pengertian Media Pembelajaran adalah segala sesuatu
yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga
dapat merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan. Menurut Latuheru, Definisi
media pembelajaran adalah bahan, alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan
belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi, komunikasi, edukasi antara
guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya.
Media pembelajaran yang dapat digunakan seperti media cetak, media audio, media
1
audio visual, media realita dan lain sebagainya .
B. Macam-Macam Metode Pembelajaran
Ada beberapa macam metode pembelajaran yaitu:
Metode Ceramah
Metode Ceramah adalah cara menyampaikan suatu pelajaran tertentu dengan jalan
penuturan secara lisan kepada anak didik atau khalayak ramai. Metode ceramah hanya
cenderung mempertimbangkan segi banyaknya bahan pelajaran yang akan disajikan,
dan kurang memperhatikan atau mementingkan segi kualitas penguasaan bahan
pembelajaran.
Metode Diskusi
1
.Ramayulis. 2002. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta:Kalam Mulia
Metode Diskusi merupakan salah satu cara yang dapat digunakan dalam
menyelesaikan masalah yang dapat digunakan menyangkut kepentingan bersama,
dengan jalan musyawarah untuk mufakat. Dengan metode diskusi, masalah-masalah
yang menyangkut kepentingan bersama yang dapat diselesaikan dengan musyawarah.
Diskusi mampu melatih ketajaman berpikir seorang peserta didik, dan juga melatih
peserta didik untuk berbicara dalam menyampaikan pendapatnya atau idenya didepan
teman-temannya2.
Metode Tanya Jawab
Metode Tanya jawab ialah suatu cara mengajar dimana seorang guru mengajukan
beberapa pertanyaan kepada peserta didik tentang bahan pelajaran yang telah
diajarkan atau bacaan yang telah mereka baca sambil memperhatikan proses berfikir
di antara peserta didik.
Metode Tanya jawab merupakan salah satu teknik mengajar yang dapat membantu
kekurangan-kekurangan yang terdapat pada metode ceramah. Salah satu metode yang
dapat membuat murid lebih cepat berfikir dan berproses aktif yaitu metode Tanya
jawab.
Metode Demonstrasi
Metode Demonstrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan untuk
memperjelas suatu pengertian atau untuk memperlihatkan bagaimana melakukan
sesuatu kepada anak didik.
Metode demonstrasi dilakukan dengan memperagakan sesuatu sehingga
memperjelas untuk diperaktekkan oleh peserta didik. Metode demonstrasi sangat baik
untuk peserta didik, karena murid lebih mudah memahami materi dan meguasai
secara sempurna.
C. Fungsi Media Pembelajaran
Ada dua fungsi media pembelajaran yaitu:
Media pembelajaran sebagai alat bantu dalam pembelajaran
Media mempunyai fungsi melicinkan jalan menuju tercapainya tujuan pembelajaran
dengan bantuan media mempertinggi kualitas kegiatan belajar siswa dalam tenggang
waktu yang cukup lama.Media pembelajaran yang dimaksud ialah globe, grafik,
gambar dan sebagainya.
Media Pembelajaran sebagai sumber belajar.
Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat dipergunakan sebagai tempat
bahan pembelajaran untuk belajar peserta didik. Sumber belajat dapat menjadi 5
2
.Zakiah. 1995. Metode Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara
kategori yaitu, manusia, buku perpustakaan, media massa, alam lingkungan dan media
pendidikan.
D. Jenis-Jenis Media Pembelajaran
1. Media non proyeksi (Media Visual)
Media non proyeksi disebut juga media pameran atau display media. Media yang
termasuk ialah model dan grafis.
2. Media yang Diproyeksikan (Visual)
Media yang diproyeksikan kelayar yang menggunakan proyektor. Perkembangan
teknologi yang ada saat ini memungkinkan computer dan video juga diproyeksikan
dengan menggunakan peralatan khusus yaitu LCD3.
E. Hadist Tentang Metode dan Media Pembelajaran
ﻭ،ﻢ
ُ ﻭ ﺍﻟﻤ ﻌِّﻠ، ﻞ
ُ ﺴ ﺎﺋ
َّ ﺍﻟ: ﻓ ﺈَّﻧﻪ ُﻳﺆﺟُﺮ ﻓﻴﻪ ﺃﺭﺑ ﻌ ٌﺔ، ُ
ﻓ ﺎ ﺳ ﺄﻟﻮ ﺍ ﻳﺮﺣْﻤﻜﻢ ﷲ، ﻝ
ُ ﺴﺆ ﺍ
ُّ ﻭﻣﻔﺘ ﺎﺣُﻬ ﺎ ﺍﻟ، ﻦ
ُ ﻢ ﺧﺰ ﺍ ﺋ
ُ ﺍﻟ ﻌﻠ.١
ﺐ ﻟﻬ ﻢ
ُ ﻭ ﺍﻟﻤﺠﻴ، ﺍﻟﻤ ﺴﺘِﻤُﻊ
Artinya: “ Pengetahuan itu laksana gudang-gudang berharga. Kuncinya adalah
bertanya.maka bertanyalah (jika kamu tidak tahu), karena empat orang yang akan
diberi pahala adalah orang yang bertanya,guru, orang yang mendengar (penuntut
ilmu),dan orang mencintai mereka."
Dari keterangan di atas tergambar jelas bahwa sungguh mulia dan terhormat orang
yang selalu belajar dan belajar dalam hidupnya. Sehingga mereka di janjikan oleh
Allah SWT.dengan pahala yang tidak terhingga dan di angkat derajatnya dengan
beberapa derajat di antara mereka. Dapat disimpulkan bahwa dasar seseorang untuk
menuntut ilmu (belajar) itu berlandaskan pada ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits Rasul
SAW. di samping pendapat-pendapat para ulama (ijtihad) yang memiliki kedudukan
strategis dalam ajaran agama Islam. Sehingga belajar diutamakan oleh ummat Islam.
ﻝ
ُ ﻲ ﺍﻟ ﺴ ﺆ ﺍ
ِّ ﺷﻔ ﺎُﺀ ﺍﻟ ِﻌ
ِ ﺃﻻ ﺳ ﺄﻟﻮ ﺍ ﺇﺫ ﺍ َﻟﻢ َﻳ ﻌﻠﻤﻮ ﺍ ﺇَِّﻧﻤ ﺎ.٢
.- : ﺍﻟﺮ ﺍﻭﻱ
. ﺍﻟ ﺸﻮﻛ ﺎﻧﻲ: ﺍﻟﻤﺤﺪ ﺙ
. ﺍﻟﻔﺘ ﺢ ﺍﻟﺮﺑ ﺎﻧﻲ: ﺍﻟﻤ ﺼﺪﺭ
3
Sadiman. Arief S, Raharjo, R. dkk. 1996. Media Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada. .
5./2169 :ﺍﻟ ﺼﻔﺤ ﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ
. ﺛ ﺎﺑﺖ: ﺧﻼﺻ ﺔ ﺣﻜ ﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪ ﺙ
ﺷﺮﺡ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ
Artinya:"Mereka telah membunuhnya,semoga Allah membunuh mereka!Bukankah
obat kebodohan adalah bertanya?!"
Telah menceritakan kepada kami Musa bin AbdurrahmanAl-Anthaki telah
menceritakan kepada kami Muhammad bin Salamah dari Az-Zubair bin Khuraiq dari
'Atha' dan Jabir dia berkata; Kami pernah keluar dalam sebuah perjalanan,lalu salah
seorang diantara kami terkena batu pada kepalanya yang membuatnya terluka
serius.Kemudian dia bermimpi junub,maka dia bertanya kepada para sahabatnya;
Apakah ada keringanan untukku agar saya bertayamum saaja?Mereka
menjawab;Kami tidak mendapatkan keringanan untuk sementara kamu mampu untuk
menggunakan air,maka orang tersebut mandi dan langsung meninggal.Ketika kami
sampai kepada Nabi,beliau diberitahukan tentang kejadian tersebut,maka beliau
bersabda,"Mereka telah membunuhnya,semoga Allah membunuh mereka! Tidakkah
mereka bertanya apabila mereka tidak mengetahui,karena obat dari kebodohan adalah
bertanya! Sesungguhnya cukuplah baginya untuk bertayamum dan meneteskan air
pada lukanya atau mengikat lukanya,Musa ragu kemudian mengusapnya saja dan
mandi untuk selain itu pada seluruh tubuhnya yang lain."
Sanad hadist ini para perawinya tsiqah dan merupakan para perawi Al-Bukhari dan
Muslim,hanya saja dikatakan ada 'illah (penyakit) berupa keterputusan antara AlAuza'I adalah Abdurrahman bin 'Amr bin Abi 'Amr dan Atha bin Abi
Rabah.Dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi.
Para perawinya tsiqah dan merupakan para perawi Al-Bukhari dan Muslim,kecuali
Al-Walid ini,maka dia bukan perawi keduannya,dan dia didhsifksn oleh AdDaruquthni serta ditsiqahkan oleh Yahya bin Ma'in.
Penjelasan Hadist
-4Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah-rahimahullah berkata:
"Mereka bukan salah tanpa ijtihad,karena mereka bukan ahli ilmu.
-Imam As-Syafi'i-rahimahullah berkata:
"Tidak boleh bagi seorang pun selama-lamanya,untuk bicara halal dan haram
kecuali dengan disertai ilmu.Dan ilmu adalah Al-Qur'an,As-Sunnah,Ijma' atau Qiyas",
4
Raf'ul Malaam 'An A-immatil A'laam"(hlm. 48- cet. Al-Maktab Al-Islami)
ﺃﻧﻬﻢ ﻛ ﺎﻧﻮ ﺍ ﻳﻘﺘﺮﺋﻮﻥ، ﺣﺪﺛﻨ ﺎ ﻣﻦ ﻛ ﺎﻥ ﻳﻘﺮﺋﻨ ﺎ ﻣﻦ ﺃﺻﺤ ﺎ ﺏ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ:ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﻗ ﺎﻝ
ﻓﻼ ﻳ ﺄﺧﺬﻭﻥ ﻓﻲ ﺍﻟ ﻌ ﺸﺮ ﺍﻷﺧﺮﻯ ﺣﺘﻰ ﻳ ﻌﻠﻤﻮ ﺍ ﻣ ﺎ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﻣﻦ، ﻣﻦ ﺭ ﺳﻮﻝ ﷲ ﺻﻠﻰ ﷲ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻋ ﺸﺮ ﺁﻳ ﺎ ﺕ
ﻓ ﻌﻠﻤﻨ ﺎ ﺍﻟ ﻌﻠﻢ ﻭ ﺍﻟ ﻌﻤﻞ )ﺭﻭ ﺍﻩ ﺃﺣﻤﺪ ﻓﻰ ﻣ ﺴﻨﺪﻩ: ﻗ ﺎﻟﻮ ﺍ، ) ﺍﻟ ﻌﻠﻢ ﻭ ﺍﻟ ﻌﻤﻞ
Artinya: Abu Abdurrahman as-Sulami (seorang tabi’iy) berkata, “Para sahabat Nabi
yang mengajarkan Alquran pada kami mengatakan bahwa mereka menerima (belajar)
Alquran dari Rasulullah Saw sepuluh-sepuluh ayat. Mereka belum akan menerima
sepuluh berikutnya sampai mereka tahu apa saja yang mesti diketahui dan diamalkan
dalam sepuluh ayat tadi. Mereka mengatakan, “Dengan demikian kami tahu ilmu dan
amalnya sekaligus.”
Ini dikuatkan penjelasan langsung dari Ibnu Mas’ud RA:
ﺕ ﻟﻢ ﻳﺠ ﺎﻭﺯﻫﻦ ﺣﺘﻰ ﻳ ﻌﺮﻑ ﻣ ﻌ ﺎﻧَﻴُﻬﻦ ﻭ ﺍﻟ ﻌﻤﻞ ﺑﻬﻦ
ٍ ﻞ ﻣﻨ ﺎ ﺇﺫ ﺍ ﺗ ﻌَّﻠﻢ ﻋ ﺸَﺮ ﺁﻳ ﺎ
ُ ﻛ ﺎ ﻥ ﺍ ﻟ ﺮ ﺟ:ﻋ ﻦ ﺍ ﺑ ﻦ ﻣ ﺴ ﻌ ﻮ ﺩ ﻗ ﺎ ﻝ
))ﺭﻭ ﺍﻩ ﺍﻟ ﻄﺒﺮﻱ ﻓﻰ ﺗﻔ ﺴﻴﺮﻩ
“Kami belajar sepuluh-sepuluh ayat dan belum akan berpindah pada ayat berikutnya
sampai kami mengerti makna yang terkandung dalam sepuluh ayat itu dan bagaimana
mengamalkannya.”
Oleh karena itu, Abul Abbas membagi satu juz menjadi delapan bagian, atau yang
disebut dengan tsumun (seperdelapan), berbeda dengan pembagian yang populer saat
ini yaitu rubu’ (seperempat).
Metode menghafal di masa itu masih menggunakan cara klasik yaitu dengan mencatat
ayat yang akan dihafal di atas lauh (papan yang ditulis ayat laludihapussetelahdihafal).
ُّ ﺝ ﻣﻨﻪ ﺇﻻ ﺍﻟﺤ
ﻖ
ُ ﺐ ﻓﻮ ﺍﻟﺬﻱ ﻧﻔ ﺴﻲ ﺑﻴِﺪﻩ ﻣ ﺎ ﻳﺨﺮ
ْ ُ ﺍﻛﺘ.٤
.
. ﺍﻷﻟﺒ ﺎﻧﻲ: ﺍﻟﻤﺤﺪ ﺙ
. ﺻﺤﻴ ﺢ ﺍﻟﺠ ﺎﻣﻊ: ﺍﻟﻤ ﺼﺪﺭ
.1196 :ﺍﻟ ﺼﻔﺤ ﺔ ﺃﻭ ﺍﻟﺮﻗﻢ
. ﺻﺤﻴ ﺢ: ﺧﻼﺻ ﺔ ﺣﻜ ﻢ ﺍﻟﻤﺤﺪ ﺙ
.(6802) ﻭ ﺃﺣﻤﺪ،(3646) ﺃﺧﺮﺟﻪ ﺃﺑﻮ ﺩ ﺍﻭﺩ:ﺍﻟﺘﺨﺮﻳ ﺞ
ﺷﺮﺡ ﺍﻟﺤﺪﻳﺚ
Artinya:"Tulislah! Demi yang jiwaku ada di tanganNya, tidak lah keluar dari
mulutku ini kecuali kebenaran5"
Menulis ilmu adalah salah satu alasan terpenting untuk melestarikan pengetahuan,
dan dalam hadits ini Abdullah bin Amr, semoga Tuhan senang dengannya,
menceritakan tentang mereka dan berkata: "Saya menulis semua yang saya dengar
dari Rasulullah, semoga doa dan damai Tuhan besertanya, yang ingin saya hafal."
Karena hadits Rasulullah, semoga doa dan saw, “Quraisy melarang aku,” dan yang
mereka maksud adalah: kaum Muslim Quraisy, dan mereka berkata: Apakah Anda
menulis semua yang Anda dengar, dan Utusan Tuhan, semoga doa dan damai Allah
besertanya, ingin orang berbicara dengan amarah dan kepuasan ?! Bagi mereka yang
berbicara tentang sesuatu yang tidak ada di dalamnya, dan jika dia puas, bicarakan
tentang hak mereka yang berbicara tentang dia dengan memuji sesuatu yang tidak ada
di dalamnya, atau mungkin mereka akan memberi tahu dia bahwa Nabi, semoga doa
dan damai Allah besertanya, melarang menulis haditsnya.
Ibn Umaru: “Saya menyembunyikan dari kitab,” artinya: Saya menahan diri untuk
tidak menulis. Dengan jarinya ke mulut ", yang berarti mulutnya, dia berkata:"
Menulis, dan oleh siapa aku sendiri di tangannya, apa yang keluar darinya hanyalah
kebenaran. " Artinya, mulutnya, jadi dia berkata: “Tulislah, jadi oleh siapa aku sendiri
ada di tangannya, apa yang keluar darinya hanyalah kebenaran.” Artinya, Nabi,
semoga doa dan damai Allah besertanya, memerintahkannya untuk kembali ke
tulisannya. Dan itulah kata-katanya, semoga Tuhan memberkatinya dan memberinya
kedamaian, tidak bisa salah dalam setiap kasus, baik dalam kemarahan atau kepuasan.
Dan jika terbukti bahwa Nabi, semoga doa dan saw, melarang menulis hadits, maka
perintahnya juga terbukti, dan kedua hal ini benar. Damaibesertanya.
F. Penutup
Metode pembelajaran merupakan cara yang dilakukan pendidik atau guru untuk
menyampaikan materi pembelajaran kepada peserta didik. Metode merupakan
langkah-langkah yang dilakukan pendidik dalam menyalurkan ilmunya kepada peserta
didik, sehingga dapat di terima dengan baik oleh peserta didik. Metode yang digunakan
para pendidik sangat berpengaruh dalam mewujudkan hasil dari pembelajaran
tersebut. Ridwan Abdullah Sani berpendapat, metode pembelajaran merupakan
5
Al-dararu as-sunniyati:Min tathbiqi al-mausu'ati al haditsati
langkah operasional dari strategi pembelajaran yang dipilih untuk mencapai tujuan
pembelajaran. Abdurrahman Ginting berpendapat metode pembelajaran dapat
diartikan cara atau pola yang khas dalam memanfaatkan berbagai prinsip dasar
pendidikan serta berbagai teknik dan sumber daya terkait lainnya agar terjadi proses
pembelajaran pada diri peserta didik.
Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang digunakan pendidik dalam
melakukan pembelajaran. Pendidik seharusnya dapat menggunakan media
pembelajaran yang dapat menarik perhatian dan mudah dipahami oleh peserta didik.
Menurut H. Malik (1994), Pengertian Media Pembelajaran adalah segala sesuatu yang
dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat
merangsang perhatian, minat, pikiran dan perasaan. Menurut Latuheru, Definisi media
pembelajaran adalah bahan, alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar
mengajar dengan maksud agar proses interaksi, komunikasi, edukasiantara guru
dansiswadapatberlangsungsecaratepatgunadanberdaya.Media pembelajaran yang
dapatdigunakanseperti media cetak, media audio, media audio visual, media realitadan
lain sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Raf'ul Malaam 'An A-immatil A'laam"(hlm. 48- cet. Al-Maktab Al-Islami)
https://dorar.net/h/eb460abfcfbc8237da96390f23aba755
Ramayulis. 2002. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta:Kalam Mulia
Zakiah. 1995. Metode Khusus Pengajaran Agama Islam. Jakarta: Bumi Aksara