Difusi
Difusi
Difusi
Difusi adalah pergerakan molekul dari area dengan konsentrasi tinggi ke area konsentrasi rendah.
Oksigen terus menerus berdifusi dari udara dalam alveoli ke dalam aliran darah dan
karbondioksida (CO2) terus berdifusi dari darah ke dalam alveoli. Difusi udara respirasi terjadi
antara alveolus dengan membran kapiler. Perbedaan tekanan pada area membran respirasi akan
mempengaruhi proses difusi. Misalnya pada tekanan parsial (P) O2 di alveoli sekitar 100 mmHg
sedangkan tekanan parsial pada kapiler pulmonal 60 mmHg sehingga oksigen akan berdifusi
masuk dalam darah. Berbeda halnya dengan CO2 dengan PCO2 dalam kapiler 45 mmHg
sedangkan alveoli 40 mmHg maka CO2 akan berdifusi keluar alveoli.
Agar memudahkan ini ada pemahaman mendalam dari proses Silahkan cermati
Unit alat pernafasan terdiri dari Trachea , Bronchus , Bronkhiolus, yang semua organ pernafasan
itu berupa saluran
Saluran dari trachea hingga bronchiolus itu secara pasti membuat gas gas pernafasan akan
berjalan menerus berdifusi karena perbedaan tekanan tidak mungkin berhenti ditempat
dari sinilah keelokan Tuhan kemudian menciptakan kantung kantung kecil alveoli agar difusi gas
gas sementara bisa berhenti dan mengumpul tidak berjalan terus karena berupa lorong
adanya alveoli sangat baik seperti terminal untuk menaik turunkan penumpang
gas pernafasan yang berhenti memungkinkan terjadinya pengikatan / berdifusi ke dalam
pembuluh darah dan memasukkan gas pernafasan ke dalam tubuh sehingga bisa berguna
Gas gas pernafasan yang masuk dan keluar , atrium dan alveoli (kira-kira 300 juta pada kedua
paru-paru
masing-masing alveolus mempunyai diameter kira-kira 0,25 mm).
Dinding alveoli sangat tipis, dan di antara banyak dinding itu terdapat berbagai kapiler yang
cukup kuat.
Aliran darah pada dinding kapiler merupakan suatu sheet dari peredaran darah.
Jadi jelaslah bahwa gas alveoli hampir sama dengan gas darah kapiler.
Konsekwensinya pertukaran gas antara udara alveoli dan darah volmonaris terjadi di seluruh
membrana terminal paru-paru.
Membrana ini disebut membrana respirasi atau membrana vulmonaris.
Tetapi bila tekanan gas dalam darah lebih besar dibandingkan dengan dalam alveoli seperti
halnya CO2 maka difusi terjadi dari darah ke dalam alveoli.
DISFUSI OKSIGEN PARU MANUSIA
Difusi merupakan gerakan molekul dari suatu daerah dengan konsentrasi yang lebih tinggi ke
konsentrasi yang lebih rendah. Difusi gas pernapasan terjadi di membran kapiler alveolar dan
kecepatan difusi dapat dipengaruhi oleh ketebalan membran. Peningkatan ketebalan membrane
merintangi proses kecepatan difusi karena hal tersebut membuat gas memerlukan waktu lebih
lama untuk melewati membrane tersebut. Klien yang mengalami edema pulmonar, atau efusi
pulmonar Membrane memiliki ketebalan membrane alveolar kapiler yang meningkat akan
mengakibatkan
proses difusi yang lambat, pertukaran gas pernapasan yang lambat dan menganggu proses
pengiriman oksigen ke jaringan. Daerah permukaan membran dapat mengalami perubahan
sebagai akibat suatu penyakit kronik, penyakit akut, atau proses pembedahan. Apabila alveoli
yang berfungsi lebih sedikit maka darah permukaan menjadi berkurang O2 alveoli berpindah ke
kapiler paru, CO2 kapiler paru berpindah ke alveolus.
tekanan udara baik oksigen atau karbondioksida.
Faktor-faktor yang menentukan difusi gas respirasi melintasi membra alveolus dan kapiler darah
yaitu sebagai berikut:
a) Permeabilitas epithelium /membran respirasi. Jika membran semakin permeable maka
semakin cepat proses difusi.
b) Luas permukaan epithelium/membran respirasi. Semakin luas membran respirasinya, maka
semakin cepat proses difusi berlangsung.
c) Tekanan parsial gas yang bergantung pada persentasenya dalam seluruh bagian udara,
semakin tinggi tekanan parsial, maka semakin cepat proses difusi berlangsung.
d) Kecepatan sirkulasi darah di paru-paru atau insang. Semakin cepat peredaran darah maka
semakin cepat pula proses difusinya.
e) Kecepatan reaksi kimia yang terjadi di dalam darah. Semakin cepat reaksi yang terjadi maka
semakin cepat pula preses difusinya.
DIFUSI PARU
Difusi paru adalah proses lanjutan setelah alveoli diventilasi dengan udara segar atau udara luar.
Sedangkan definisi difusi itu sendiri adalah suatu proses dimana molekul-molekul sederhana
yang dapat bergerak bebas satu sama lain.
Difusi dapat terjadi apabila terdapat sumber energi yang disertai gerakan molekul itu sendiri.
Arti difusi paru secara umum adalah suatu proses dimana terjadi pertukaran gas yaitu masuknya
oksigen dari luar tubuh dan keluarnya gas karbondioksida.
Proses
Dalam difusi terdapat dua proses yaitu:
a.Melalui membran
Udara traktus respiratorius alveoli menembus membrane alveoli.
Pada proses ini mula-mula pernafasan mulai paru-braoli kapiler, memisahkan oksigen darn
alveparu di hirup oleh rongga hidung dan titeruskan ke paru-paru. Pada waktu barnafas, oksigen
masuk melalui batang tenggorok (trakea) dan pipa bronchial ke alveoli dan erat hubungannya
dengan darah kapiler pulmonaris.. Hanya satu lapis membrane yaitu membrane alveoli kapiler,
memisahkan oksigen dari daran merah dan dibawa ke jantung. Dari sini dipompa dalam
pembuluh darah nadi (arteri) ke semua bagian tubuh. Untuk proses partukaran karbondioksida
terjadi dengan arah sebaliknya.
Di dalam paru-paru, karbondioksida adalah salah satu hari buangan metabolisma, menembus
membrane alveolar kapiler dari kapiler darah ke alveoli dan setelah melalui pipa bronchial dan
trakea, dinafaskan kembali keluar melalui hidung.
b.Tanpa melalui membran
Proses difusi tanpa melalui membrane ini yang dimaksudkan adalah pertukaran antar gas. Separti
contoh yaitu antar karbondioksida dengan karbondioksida atau oksigen dengan oksigen.
Oksigen Oksigen / karbondioksda karbon dioksida
Fase difusi
Dalam difusi terdapat tiga fase yaitu:
1. Gas fase diffution : difusi antar gas
2. Membrane fase diffution : difusi melewati membrane
3. Blood fase diffution : difusi gas dalam kapiler dengan gas darah jaringan.
Difusi paru mengikuti hukum difusi
a.Beda konsentrasi
Perbedaan tekanan kedua sisi membran antara tekanan parsial gas dalam alveoli dan dalam
darah kapiler paru.
Tekanan parsial : ukuran total molekul gas tertentu yang membentur suatu satuan luas permukaan
membran alveolus pada satu satuan waktu.
Tekanan gas dalam darah : jumlah molekul yang berusaha keluar dari dalam arah yang
berlawanan.
Perbedaan kedua tekanan ini : kecenderungan netto untuk molekul gas bergerak melalui
membran.
Tekanan parsial gas dalam alveoli lebih besar daripada tekanan gas dalam darah (seperti pada
oksigen) difusi netto dari alveoli ke dalam darah.
Tekanan gas dalam darah lebih besar daripada tekanan parsial dalam alveoli (seperti pada karbon
dioksida) difusi netto dari darah ke dalam alveoli.
b.Penampang tempat difusi
Luas permukaan membran pernafasan dapat berkurang oleh beberapa keadaan
Misalnya: pengangkatan satu paru
Pada enfisema (beberapa alveoli bersatu, dengan penghancuran sebagian dinding alveolus)
ruang alveolus lebih besar dari asli, total permukaan membran pernafasan berkurang 5x karena
hilangnya dinding alveolus.
Total permukaan berkurang seperempat normal pertukaran gas melalui membran terganggu /
keadaan istirahat.
Olahraga berat, sedikit penurunan luas permukaan paru mengganggu pertukaran gas
pernafasan
c.Suhu
d.Jarak tebalnya membran pernafasan kadang meningkat
Contoh : cairan edema dalam ruang interstisial membran dan dalam alveoli, sehingga gas-gas
pernafasan berdifusi melalui membran dan cairan ini.
Fibrosis paru menambah ketebalan beberapa bagian membran pernafasan
Kecepatan difusi melalui membran berbanding terbalik ketebalan membran
e.Diameter partikel (gas)
f.Koefisien difusi
Untuk memindahkan setiap gas melalui membrane pernafasan bergantung pada kelarutan gas
dalam membran, dan berbanding terbalik dengan akar pangkat dua berat molekul gas
Kecepatan difusi dalam membran pernafasan = kecepatan dalam air untuk perbedaan tekanan
tertentu CO2 berdifusi 20x lebih cepat dari O2, O2 berdifusi 2x lebih cepat dari nitrogen
Kapasitas Difusi
Merupakan kemampuan membran pernafasan dalam pertukaran gas antara alveoli dan darah paru
Definisi : besarnya gas yang dapat dilepaskan oleh 100 cc darah ke jaringan tubuh setiap 1 menit
Tiap macam gas mempunyai Kapasitas Difusi berbeda sesuai dengan koefisien difusi gas
a.Kapasitas Difusi untuk Oksigen
Dewasa muda : keadaan istirahat 21 ml/menit/mmHg
Artinya : Perbedaan tekanan oksigen rata-rata di antara membran pernafasan selama pernafasan
tenang dan normal adalah 11 mmHg. Jika dikali dengan kapasitas difusi (11 x 21 = 230 mililiter
oksigen yang berdifusi melalui membran pernafasan tiap menit), nilai ini sama dengan kecepatan
pemakaian oksigen tubuh saat istirahat
Perubahan kapasitas difusi oksigen selama kerja fisik
Selama kerja berat (meningkatkan aliran darah paru dan ventilasi alveolus) kapasitas difusi
meningkat 3x kapasitas difusi pada keadaan istirahat pada pria dewasa muda sampai maksimum
( 65 ml/menit/mm Hg)
Faktor yang mempengaruhi peningkatan ini:
1)Pembukaan sejumlah kapiler paru yang asalnya tidak aktif / dilatasi ekstra pada kapiler yang
telah terbuka meningkatkan luas permukaan darah.
2)Pertukaran yang lebih baik antara ventilasi alveoli dan perfusi kapiler alveolus dengan darah
rasio ventilasi-perfusi
Jadi, selama kerja fisik, oksigenasi darah ditingkatkan oleh peningkatan ventilasi alveolus dan
memperbesar kapasitas difusi membran pernapasan untuk memindahkan oksigen ke dalam
darah.
b.Kapasitas Difusi Karbondioksida
Belum pernah diukur karena : CO2 berdifusi dengan cepatnya hingga perbedaan PCO2 rata-rata
dalam darah paru dan alveoli terlalu kecil untuk diukur.
Namun diperkirakan kapasitas difusi CO2 :
keadaan istirahat 400-450 ml/menit/mm Hg.
selama kerja fisik 1200-1300 ml/menit/mm Hg.
Pengukuran Kapasitas Difusi
Kapasitas difusi oksigen dapat dihitung dari pengukuran :
PO2 alveolus
PO2 dalam darah kapiler paru
Kecepatan ambilan oksigen oleh darah
Namun pengukuran PO2 sangat sukar sehingga digunakan Metode Karbon Monoksida