Synopsis
After falling for Geez, a heartthrob at school, Ann must confront family opposition, heartache and deception as their romance struggles.
After falling for Geez, a heartthrob at school, Ann must confront family opposition, heartache and deception as their romance struggles.
Extraordinário Amor, 지즈와 앤, 爱的青春习题, 愛的青春習題
ALWAYS choose the major rich guy with the supreme mommy issues. Mom can't live forever.
males nulis rapi, jadi kupakein poin-poin aja.
• sesuai perkiraanku sih, klise.
• aku pribadi suka sama Hanggini tapi aktingnya di sini, ah, parah. overreact banget. dia tuh kayak mau keliatan natural tapi yang ada malah maksa. yang agak mengejutkan justru Junior Roberts, dia beneran baguss. dan aku baru sadar kalau dia ganteng banget huhu.
• dari awal nggak suka sama karakter Ann. annoying gitu. baru first date udah marah-marah karena dibohongin Geez. pokoknya Ann ini dikit-dikit ngambek, seneng lagi, terus marah lagii. didukung ama aktingnya Hanggini, tiap liat Ann bawaannya sebel mulu. kalo karakter Geez, oke oke aja sih. meskipun rada creepy wqwq.
• bagian awal film ini cukup seru, sih. aku ngerasain vibes yang sama kayak di film…
“Lu mau gua bantuin ga?”
“Buru bantuin lah ngentod, gausah banyak cingong malah liatin pantat gua daritadi.
ARRRRGGGGGHHHHH NGENTODD TERSIKSA MATA DAN BATINKU MELIHAT KEBANGSATAN INI. RINTIK SEDUH APAAN TAIK LU KIRA POP MI. IHHH GAK MAU, GA SUKA GELAYY
Gak ada film yg jelek, adanya film yg super duper extra sangat cringe banget
Jika Layla Majnun terlihat seperti nuansa Melodrama, maka Geez & Ann ini terkesan teen Lit yang klise. Walaupun saya sadari satu hal, ya emang build up nya remaja banget. Premis cerita bagus dan penutupan cerita sedikit bagus tapi agak kentang.
Hubungan naik turun antara Geez dan Ann yang klimaks nya ketika Geez harus kuliah ke Jerman sehingga mereka harus LDR, Cerita yang sudah di bangun sampai pertengahan film cukup baik tiba - tiba menurun drastis karena bumbu konflik LDR mereka datang dari hal lain dan build up nya tidak se rapi dari awal film. Selain narasi yang yang kehilangan arah di pertengahan, beberapa cast nya tampil enggak natural.
Ini bisa dibandingkan dengan At Cafe 6, sama - sama ketemu di SMA,…
Some moments are indeed creepy and intimidating, but I couldn't resist the charm and cuteness because of Hanggini & Junior's chemistry in the first half. This film is definitely aiming the cliche route since the beginning, but then all just went laughable through the second and third act. Kinda confuses me why they need 6 screenwriters to adapt this novel into a film?
pimping out ur friend for a week's worth of bubble tea >>>
anyways this was goddamn awful and even geez looking like a cute indonesian harry potter could not salvage this
'Geez', what did I just watch? Why every Indonesian Wattpad-adapted movies always cringe 'and' have the very worst lines that are worth to ditertawak'Ann'.
Yes, this movie is as forced as my review.
Watched on Netflix
hanggini meranin ann emang cocok banget karna wajahnya mirip rintik sedu. tapi actingnya.... overreact at its finest 😞
btw, panitia pensinya ga ada yang cowo ya?
cara pdkt geez macam penjahat kelamin
This review may contain spoilers. I can handle the truth.
🙂 kok jaman gini masih baca 5 sekawan?
🙃 temen-temen aku juga tuh, pada bilang aku kuno
baca 5 sekawan.
🙂 kalau temen-temen kamu bilang kamu aneh,
kamu yakin kamu cocok berteman dengan
teman-teman kamu?
🙃 kebetulan sih temen-temen aku anggep
aku kuno, bukan aneh. Kuno tuh vintage gitu.
Bhaaaaaiiiiiiqqq Bund 🥲👌🏻
Tapi lumayan kok buat nonton pas senggang, gausah mikir sama sekali.
Habis nonton film ini, agak bingung sama ending-nya yang entah mau misterius atau mau ada sekuelnya atau apa itu. Tapi lebih bingung kenapa PENULISNYA DIPANGGIL PAUS. INI KAYAK AKU PAS MANGGIL SULIS AJA SIH AWOWKWOKWOK.
Apakah si Tsana, Ntsana, Rintik Sedu, atau siapalah itu namanya, suka makan terus langsung terkapar tidur juga kayak Sulis?
Huuufh entahlah.
Oke tapi seenggaknya film ini nggak bikin aku sampai mau marah. Ya paling sama scene di mana Natha (Amel Carla) jadi komika di pensi terus jokes-nya nggak banget tapi banyak yang ketawa. Tapi untungnya ada adegan listriknya mati. Mungkin gumoh dengar jokesnya Natha. Terus penggunaaan kata semesta sebanyak 3-4 kali di film ini, yang salah tiganya dipakai sama Bayu, second lead film ini. Termaafkan…