0% found this document useful (0 votes)
35 views14 pages

Faktor - Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Manajemen Laba Dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur)

Download as pdf or txt
Download as pdf or txt
Download as pdf or txt
You are on page 1/ 14

Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan

Manufaktur)

FAKTOR – FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP MANAJEMEN


LABA DAN KINERJA PERUSAHAAN (STUDI EMPIRIS PADA
PERUSAHAAN MANUFAKTUR)
Yosevin Karnawati
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Esa Unggul Jakarta
Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510
yosevin.karnawati@esaunggul.ac.id

The issue raised from this research is that company performance is an important tool in
decision making for internal and external parties, making these decisions by considering
various variables that can affect company performance such as information asymmetry,
company size, managerial ownership and the size of the board of directors and management
The purpose of the study is to examine the effect of information asymmetry, firm size,
managerial ownership and board size on a company's performance by considering earnings
management as an intervening variable. The data analysis method used is path analysis with
2S OLS, sampling using a purposive sampling method, with the criteria of manufacturing
companies consistently listed on the Stock Exchange in 2012-2015 and actively trading in
shares. The type of data is secondary data sourced from the annual financial report. The
results showed that in the first model information asymmetry and managerial ownership had
an effect on earnings management, in the second model company size, managerial
ownership and the size of the board of directors had an effect on company performance and
the third model of earnings management had an effect on company performance. Earnings
management is not able to mediate the influence of information asymmetry, company size,
managerial ownership and the size of the board of directors on company performance. The
findings of this study indicate that during the period of 2012-2015 manufacturing companies
indicated to act as earnings management by decreasing income.

Keywords: information asymmetry, company size, managerial ownership

Abstrak
Isu yang diangkat dari penelitian ini adalah kinerja perusahaan sebagai alat yang penting
dalam pengambilan keputusan bagi pihak internal maupun eksternal perusahaan,
pengambilan keputusan ini dengan mempertimbangkan berbagai variabel yang dapat
mempengaruhi kinerja perusahaan misalnya asimetri informasi, ukuran perusahaan,
kepemilikan manajerial dan ukuran dewan direksi serta manajemen laba.Tujuan penelitian
adalah untuk mengkaji pengaruh asimetri informasi, ukuran perusahaan, kepemilikan
manajerial dan ukuran dewan direksi terhadap kinerja perusahaan dengan
mempertimbangkan manajemen laba sebagai variabel intervening. Metode analisis data
yang digunakan adalah analisis jalur (path analysis) dengan 2S OLS, pengambilan sampel
dengan menggunakan purposive sampling method, dengan kriteria perusahaan manufaktur
yang konsisten terdaftar di BEI pada tahun 2012-2015 dan aktif melakukan perdagangan
saham. Jenis data adalah data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan tahunan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada model pertama asimetri informasi dan
kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap manajemen laba, pada model kedua ukuran
perusahaan, kepemilikan manajerial dan ukuran dewan direksi berpengaruh terhadap kinerja
perusahaan dan model ketiga manajemen laba berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
Manajemen laba tidak mampu memediasi pengaruh asimetri informasi, ukuran perusahaan,
kepemilikan manajerial dan ukuran dewan direksi terhadap kinerja perusahaan. Temuan dari
penelitian ini menunjukkan bahwa selama kurun waktu 2012-2015 perusahaan manufaktur
terindikasi melakukan tindakan manajemen laba dengan cara income decreasing.

Kata kunci: asimetri informasi, ukuran perusahaan, kepemilikan manajerial

Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 163


Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan
Manufaktur)

Pendahuluan secara sengaja dipilih oleh manajemen untuk


Laporan keuangan (financial statement) tujuan tertentu. Nai’im dan Setiawati (2000)
merupakan sarana pengkomunikasian informasi dalam Rahmawati, dkk (2006) mendefinisikan
keuangan kepada pihak internal maupun manajemen laba adalah campur tangan
eksternal perusahaan seperti investor dan manajemen dalam proses pelaporan keuangan
kreditor yang digunakan untuk digunakan eksternal dengan tujuan untuk menguntungkan
sebagai alat pengambilan keputusan. Sehingga dirinya sendiri. Menurut Ujiyantho dan Pramuka
manajemen sebagai pengelola wajib untuk (2007) yang dikutip dari Jensen dan Meckling
memberikan informasi yang berkualitas kepada (1976) Konsep manajemen laba yang
pengguna laporan keuangan, agar informasi menggunakan pendekatan teori keagenan
yang diperoleh tidak menyesatkan bagi (agency theory) menyatakan bahwa hubungan
pengguna laporan keuangan. Pengguna agensi muncul ketika satu orang atau lebih
Laporan Keuangan, terutama investor dan (principal) mempekerjakan orang lain (agent)
kreditor dapat menggunakan informasi laba dan untuk memberikan suatu jasa dan kemudian
komponennya untuk membantu mereka dalam mendelegasikan wewenang pengambilan
: (1) mengevaluasi kinerja perusahaan, (2) keputusan kepada agent tersebut.
mengestimasi daya melaba jangka panjang. (3) Manajemen laba dilakukan oleh manajer
memprediksi laba di masa yang akan datang, pada faktor – faktor fundamental perusahaan,
(4) menaksir risiko investasi / pinjaman kepada yaitu dengan intervensi pada penyusunan
perusahaan (Juanda, 2007). Informasi yang laporan keuangan berdasarkan akuntansi
tidak berkualitas menyebabkan jatuhnya akrual, sehingga laporan keuangan yang
perusahaan-perusahaan raksasa dunia di awal disajikan tidak mencerminkan kondisi ataupun
dekade 2000an akibat skandal kasus – kasus kinerja perusahaan yang sesungguhnya,
hukum manipulasi akuntansi yang melibatkan akibatnya pihak-pihak yang berkepentingan
perusahaan besar, karena melakukan tindakan terhadap laporan keuangan tersebut akan salah
earnings management telah memunculkan dalam mengambil keputusan.
beberapa kasus skandal pelaporan akuntansi Asimetri informasi merupakan salah satu
yang secara luas diketahui antara lain Enron, faktor yang dapat mempengaruhi tindakan
Merck, WorldCom dan perusahaan2 lain di manajemen laba. Asimetri informasi dapat
Amerika Serikat. Sementara di Indonesia ada didefinisikan sebagai situasi yang terbentuk
kasus PT. Lippo, Kimia Farma yang berawal dari karena principal tidak memiliki informasi yang
terdeteksinya manipulasi. cukup mengenai kinerja agen sehingga
Laporan keuangan sebagai produk principal tidak pernah dapat menentukan
informasi yang dihasilkan perusahaan tidak kontribusi usaha-usaha agen terhadap hasil-
terlepas dari proses penyusunannya. Kebijakan hasil perusahaan yang sesungguhnya (Ilham
yang diambil dalam proses penyusunannya Firdaus, 2013). Rahmawati dkk, (2006) juga
akan mempengaruhi penilaian kinerja menyatakan bahwa asimetri informasi muncul
perusahaan. Manajemen laba merupakan salah ketika manajer lebih mengetahui informasi
satu faktor yang mempengaruhi kinerja internal dan prospek perusahaan di masa yang
perusahaan (Theresia, 2005). Manajemen akan akan datang dibandingkan pemegang saham
memilih metode tertentu untuk mendapatkan dan stakeholder lainnya (Rahmawati dkk,
laba yang sesuai dengan motivasinya 2006). Asimetri informasi merupakan suatu
(Ujiyantho dan Pramuka, 2007). Hal ini akan keadaan dimana manajer memiliki akses
mempengaruhi kualitas kinerja yang dilaporkan informasi atas prospek perusahaan yang tidak
oleh manajemen (Gideon, 2005). Manajemen dimiliki oleh pihak luar perusahaan. Hal ini
laba yang dilakukan manajer pada laporan memberikan kesempatan bagi manajer untuk
keuangan mempengaruhi kinerja perusahaan, melakukan manajemen laba (Jensen dan
yang selanjutnya akan mempengaruhi kinerja Meckling 1976). Keberadaan asimetri informasi
saham (Haris, 2004) dalam Ujiyantho dan dianggap sebagai penyebab manajemen laba.
Pramuka (2005) Richardson (1998) meneliti hubungan asimetri
Earnings Management atau manajemen informasi dan manajemen laba pada semua
laba merupakan pilihan metode akuntansi yang perusahaan yang terdaftar di NYSE periode

Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 164


Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan
Manufaktur)

akhir Juni selama 1988-1992. Hasil kepemilikan manajerial memiliki hubungan


penelitiannya bahwa terdapat hubungan yang negatif dengan manajemen laba. Hasil
sistematis antara magnitut asimetri informasi penelitian ini mendukung bukti bahwa
dan tingkat manajemen laba, namun ditemukan kepemilikan manajerial mengurangi dorongan
bahwa asimetri informasi tidak berpengaruh oportunistik manajer sehingga akan
signifikan positif terhadap manajemen laba. mengurangi manajemen laba. Jadi semakin
Hasil penelitian tersebut bertentangan dengan besar jumlah kepemilikan saham yang dimiliki
penelitian Tobing dan Mayanda (2010) yang oleh pihak manajemen maka semakin kecil
menyatakan bahwa asimetri informasi kecendrungan manajer untuk melakukan
berpengaruh signifikan positif terhadap manajemen laba.
manajemen laba Dewan direksi merupakan penghubung
Watts & Zimmerman (1978) antara pemegang saham dengan manajer
menyatakan bahwa dukungan maupun aktual. Tugas dewan direksi adalah meyakinkan
penentangan terhadap suatu rencana standar bahwa manajer bertindak menurut kepentingan
akuntansi bergantung pada ukuran perusahaan pemegang saham.Suatu dewan direksi (board
(menurut nilai aktiva) dan dampaknya terhadap of director) dapat dikatakan ibarat jantung
peningkatan atau penurunan laba yang dalam perusahaan. Jumlah dewan direksi
dilaporkan. Dengan kata lain, ukuran berpengaruh tesediarhadap efektif tidaknya
perusahaan memiliki pengaruh terhadap pengawasan kinerja manajer (CEO). Menurut
manajemen laba. Damayanthi (2005). Jensen (1993), jumlah dewan direksi yang lebih
Veronica dan Siddharta (2005) menyatakan kecil dapat membantu meningkatkan kinerja
bahwa ukuran perusahaan terbukti mempunyai mereka dalam memonitor manajer. Jika
pengaruh negatif signifikan terhadap besaran manajer dapat mengontrol dewan direksi serta
pengelolaan laba, yang menunjukkan bahwa adanya asimetri informasi maka akan lebih
semakin kecil perusahaan semakin besar leluasa bagi manajer melakukan manajemen
pengelolaan laba yang dilakukan. Namun hasil laba. Nur Azlina ( 2010 ) dari hasil penelitian
penelitian tersebut bertentangan dengan ditemukan bahwa ukuran dewan direksi tidak
penelitian yang dilakukan oleh Siti Amaliyah berpengaruh signifikan terhadap manajemen
dalam Nurhayati (2014) yang menunjukan laba. Ini senada dengan penelitian
bahwa ukuran perusahaan tidak memiliki Widyaningdyah (2003) dan Alien Syafitri
pengaruh terhadap manajemen laba (2006).
Kepemilikan manajerial merupakan Dalam penelitian ini digunakan industry
besarnya kepemilikan saham yang dimiliki oleh manufaktur sebagai obyek penelitian.
manajer. Dari sudut pandang teori akuntansi, Perusahaan manufaktur dipilih sebagai obyek
manajemen laba sangat ditentukan oleh penelitian dengan alasan bahwa perusahaan
motivasi manajer perusahan. Motivasi yang manufaktur mempunyai banyak peluang untuk
berbeda akan menghasilkan besaran melakukan earnings management dalam
manajemen laba yang berbeda, seperti antara menyajikan laporan keuangannya dengan cara
manajer yang berbeda yang juga sekaligus menggunakan berbagai metode akuntansi yang
sebagai pemegang saham dan manajer yang tersedia misalnya dalam penilaian persediaan
tidak sebagai pemegang saham. Dua hal maupun penyusutan aktiva tetap, karena
tersebut akan mempengaruhi manajemen laba, jumlah persediaan maupun aktiva tetap dalam
sebab kepemilikan seorang manajer akan ikut industri manufaktur cukup besar apabila
menentukan kebijakan dan pengambilan dibandingkan dengan jenis industri lainnya.
keputusan terhadap metode akuntansi yang Beberapa hal yang memotivasi untuk
diterapkan pada perusahaan yang mereka membuat penelitian ini adalah, berbagai studi
kelola. Sehingga dapat dikatakan bahwa yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan
persentase tertentu kepemilikan saham oleh hasil yang bervariasi dan berdasarkan hasil pra
pihak manajemen cenderung mempengaruhi survey, ternyata perusahaan manufaktur masih
tindakan manajemen laba.Gideon (2005). melakukan tindakan manajemen laba.
Pemikiran ini di dukung oleh Warfield, Wild &
Wild (1995) dalam Boediono (2005)

Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 165


Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan
Manufaktur)

Tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini atau pemegang saham. Kualitas informasi yang
adalah: diungkapkan dalam laporan keuangan dapat
1. Untuk melihat apakah terdapat pengaruh mempengaruhi kualitas pengguna laporan
Asimetri Informasi, Ukuran Perusahaan, keuangan (Immaculata, 2006).
Kepemilikan Manajerial dan Ukuran Dewan
Direksi terhadap Manajemen Laba pada Manajemen Laba
perusahaan manufaktur yang terdaftar di Dalam hubungannya dengan keagenan,
BEI 2012 – 2015 baik secara simultan manajer memiliki asimetri informasi terhadap
maupun parsial. pihak eksternal perusahaan seperti investor dan
2. Untuk melihat apakah terdapat pengaruh kreditor.Asimetri informasi terjadi ketika
Asimetri Informasi, Ukuran Perusahaan, manajer memiliki informasi internal perusahaan
Kepemilikan Manajerial dan Ukuran Dewan yang relatif lebih banyak dan lebih cepat
Direksi terhadap Kinerja Perusahaan pada dibandingkan dengan pihak eksternal.Hal ini
perusahaan manufaktur yang terdaftar di dapat memberi kesempatan kepada manajer
BEI 2012 -2015 baik secara simultan untuk memanipulasi laporan keuangan sebagai
maupun parsial usaha untuk memaksimalkan kemakmurannya.
3. Untuk melihat apakah terdapat pengaruh Menurut Achmad, dkk (2007) dalam Tarigan
Manajemen Laba terhadap Kinerja pada (2011) terdapat pernyataan bahwa dalam
Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di penerapan akuntansi akrual, prinsip akuntansi
BEI 2012-2015 berterima umum memberikan fleksibilitas
4. Untuk melihat apakah Manajemen Laba dengan mengijinkan manajer untuk memilih
mampu memediasi pengaruh Asimetri kebijakan akuntansi dalam pelaporan laba.
Informasi, Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Fleksibilitas ini dimaksudkan agar manajer
Manajerial dan Ukuran Dewan Direksi dapat menginformasikan kondisi ekonomi
terhadap Kinerja Perusahaan pada sesuai realitanya.Fleksibilitas prinsip akuntansi
Perusahaan Manufaktur yang terdaftar di inilah yang dapat memberikan peluang bagi
BEI 2012 -2015 manajer untuk mengelola laba. Manajemen
laba merupakan tindakan manajer untuk
Signaling Theory meningkatkan (menurunkan) laba yang
Teori sinyal didasarkan pada asumsi dilaporkan saat kini dari suatu unit yang
bahwa informasi yang diterima oleh masing- menjadi tanggung jawab manajer tanpa
masing pihak tidak sama. Dengan kata lain, mengkaitkan dengan peningkatan (penurunan)
teori sinyal berkaitan dengan asimetri informasi. profitabilitas ekonomi jangka panjang.
Teori sinyal menunjukkan adanya asimetri Akuntansi akrual terdiri dari discretionary
informasi antara manajemen perusahaan accruals (DA) dan non discretionary accruals
dengan pihak-pihak yang berkepentingan (NDA). Discretionary accruals merupakan akrual
dengan informasi, untuk itu, manajer perlu yang ditentukan manajemen (management
memberikan informasi yang diperlukan oleh determined). Manajer dapat memilih kebijakan
pihak-pihak yang berkepentingan melalui dalam hal metode dan estimasi akuntansi.
penerbitan laporan keuangan.
Teori Sinyal (Signalling theory) menekankan Kinerja Perusahaan
bagaimana manajemen (agen) menyampaikan Kinerja perusahaan merupakan suatu
sinyal – sinyal keberhasilan atau kegagalan gambaran tentang kondisi keuangan suatu
kepada pemilik (principal). Menurut Jama’an perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat
(2008) teori persinyalan mengemukakan analisis keuangan, sehingga dapat diketahui
bagaimana seharusnya perusahaan mengenai baik buruknya keadaan keuangan
memberikan sinyal kepada pengguna laporan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi
keuangan. Sinyal ini berupa informasi yang kerja dalam periode tertentu. Pengukuran
dapat menggambarkan seluruh kegiatan kinerja keuangan dapat dilihat menggunakan
manajemen dalam menjalankan fungsinya analisis laporan keuangan atau analisis rasio.
sebagai pengelola perusahaan untuk mencapai Ross dkk. (2009:78) menyatakan bahwa rasio
tujuan perusahaan yaitu memakmurkan pemilik merupakan cara untuk membandingkan dan

Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 166


Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan
Manufaktur)

menyelidiki hubungan yang ada diantara mengharapkan untuk menahan lebih


berbagai bagian informasi keuangan. Rasio panjang/pendek asset yang memiliki biaya
yang umum digunakan adalah rasio likuiditas, transaksi yang lebih tinggi/rendah.
solvabilitas, dan profitabilitas. Dalam rasio
likuiditas, hal-hal utama yang diukur adalah Perhitungan Spread
kemampuan perusahaan untuk melunasi Penelitian ini mengukur asimetri informasi
kewajiban-kewajibannya dalam jangka pendek dengan menggunakan relative bid-ask spread
tanpa ada tekanan yang berlebihan (Ross dkk., menurut Venkatesh dan Chiang (1986) dalam
2009:79). Rasio ini memfokuskan pada aset Wardani dan Masodah (2011), yang
lancar dan kewajiban lancar. Solvabilitas adalah dioperasikan sebagai berikut :
kemampuan jangka panjang perusahaan untuk SPREAD = (aski,t– bidi,t)/{(aski,t+ bidi,t)/2}
memenuhi kewajiban jangka panjangnya (Ross x 100
dkk., 2009:83). Pengukuran solvabilitas ini Keterangan :
dapat disebut juga leverage ratio. Profitabilitas SPREAD: Relative bid ask spread perusahaan i
adalah ukuran kemampuan perusahaan untuk pada hari t
menghasilkan laba dengan menggunakan asset Aski,t : harga ask (tawar) tertinggi saham
dan mengelola operasinya secara efisien (Ross perusahaan i yang terjadi pada hari t
dkk., 2009:89). Rasio Profitabilitas, yaitu rasio Bidi,t : harga bid (minta) terendah saham
yang menunjukkan kemampuan perusahaan perusahaan i yang terjadi pada hari t
dalam mencetak laba. Untuk para pemegang
saham (pemilik perusahaan), rasio ini Ukuran Perusahaan
menunjukkan tingkat penghasilan mereka Ukuran perusahaan menunjukkan besar
dalam investasi. atau kecilnya kekayaan atau asset yang dimiliki
Asimetri Informasi suatu perusahaan. Pengukuran perusahaan
Asimetri informasi merupakan suatu bertujuan untuk membedakan secara kuantitatif
kondisi dimana agent (manajer) memiliki akses antara perusahaan besar dan perusahaan kecil.
informasi perusahaan yang lebih banyak Menurut Machfoedz (1994) dalam Rahmi
dibandingkan dengan principal. Menurut (2010), ukuran perusahaan pada dasarnya
Rahmawati (2006) asimetri informasi adalah terbagi dalam tiga kategori:
suatu keadaan dimana agent mempunyai 1. Perusahaan Besar, biasanya merupakan
informasi yang lebih banyak tentang perusahaan yang telah go public di pasar
perusahaan dan prospek dimasa yang akan modal dan perusahaan ini juga termasuk
datang dibandingkan dengan principal. Kondisi dalam kategori papan pengembangan satu,
ini memberikan kesempatan kepada agent memiliki asset sekurang-kurangnya Rp.
menggunakan informasi yang diketahuinya 200.000.000.000
untuk memanipulasi pelaporan keuangan 2. Perusahaan menengah, merupakan
sebagai usaha untuk memaksimalkan perusahaan yang memiliki total asset Rp.
kemakmurannya. Asimetri informasi ini 2.000.000.000 – Rp. 200.000.000.000
mengakibatkan terjadinya moral hazard berupa 3. Perusahaan kecil, merupakan perusahaan
usaha manajemen untuk melakukan earnings yang memiliki aset kurang dari Rp.
management . 2.000.000.000

Teori Bid Ask Spread Ukuran perusahaan merupakan salah


Menurut Subali dan Diana Zuhroh satu indikator yang digunakan investor dalam
(2002) Bid-ask Spread adalah selisih antara menilai aset maupun kinerja perusahaan. Besar
harga beli tertinggi (bid) yang menyebabkan kecilnya suatu perusahaan dapat dilihat dari
investor bersedia untuk membeli saham total aktiva (asset), total penjualan (netsales),
tertentu dengan harga jual (ask) terendah yang dan nilai pasar saham yang dimiliki oleh
menyebabkan investor bersedia untuk menjual perusahaan. Ukuran perusahaan merupakan
sahamnya. Bid-ask spread yang merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap
fungsi dari transaction cost mempengaruhi manajemen laba perusahaan. Ukuran
perdagangan dan menyebabkan investor perusahaan dapat menentukan banyak

Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 167


Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan
Manufaktur)

sedikitnya praktik manajemen laba perusahaan. manajemen dengan pemegang saham karena
Dalam penelitian ini, pengukuran terhadap besar kecilnya saham yang dimiliki oleh pihak
ukuran perusahaan diproksikan dengan total manajemen menggambarkan adanya kesamaan
aset: kepentingan antara manajemen dengan
SIZE = LN Total asset pemegang saham. Herawaty (2008)
menyatakan bahwa kepemilikan manajerial
Kepemilikan Manajerial dapat berfungsi sebagai mekanisme corporate
Kepemilikan manajerial merupakan governance karena merupakan sarana
jumlah kepemilikan saham oleh pihak pengawasan yang efektif sehingga dapat
manajemen dari seluruh modal saham mengurangi tindakan manajemen laba dari
perusahaan yang dikelola (Gideon, 2005) dalam manajer. Hal yang juga diharapkan dari adanya
(Ujiyantho dan Pramuka, 2007). Kepemilikan kepemilikan manajerial adalah manajemen
manajerial meliputi pemegang saham yang dalam menjalankan perusahaan akan lebih
berkedudukan sebagai direksi maupun dewan konsisten dengan kepentingan pemilik
komisaris dalam perusahaan. Kepemilikan perusahaan sehingga dapat meningkatkan
manajerial juga menyertakan kepentingan kinerja. Kepemilikan manajerial merupakan
pihak manajemen sebagai pemegang saham. persentase saham yang dimiliki oleh pihak
Dengan demikian, diharapkan manajemen akan manajemen. Pihak manajemen adalah
lebih berhati-hati dalam pengambilan pengelola perusahaan, seperti direktur,
keputusan. manajer, dan karyawan. Indikator yang
Kepemilikan manajerial dianggap dapat digunakan untuk mengukur kepemilikan
meminimalisasi konflik keagenan antara manajerial adalah:

jumlah saham yang dimiliki pihak manajemen


KM= x100 %
seluruh modal saham perusahaan yang beredar

Ukuran Dewan Direksi kinerja keuangan dapat dilihat menggunakan


Direksi adalah organ perseroan yang analisis laporan keuangan atau analisis rasio.
berwenang dan bertanggung jawab penuh atas Ross dkk. (2009:78) menyatakan bahwa rasio
pengurusan perseroan untuk kepentingan merupakan cara untuk membandingkan dan
perseroan, sesuai dengan maksud dan tujuan menyelidiki hubungan yang ada diantara
perseroan serta mewakili perseroan, baik di luar berbagai bagian informasi keuangan. Rasio
maupun di dalam pengadilan sesuai dengan yang umum digunakan adalah rasio likuiditas,
ketentuan anggaran dasar (UU No.40 th 2007 solvabilitas, dan profitabilitas. Dalam rasio
tentang Perseroan Terbatas Pasal 1). Agar likuiditas, hal-hal utama yang diukur adalah
pelaksanaan tugas direksi dapat berjalan secara kemampuan perusahaan untuk melunasi
efektif, salah satu prinsip yang perlu dipenuhi kewajiban-kewajibannya dalam jangka pendek
adalah komposisi dewan direksi harus tanpa ada tekanan yang berlebihan (Ross dkk.,
sedemikian rupa sehingga memungkinkan 2009:79). Rasio ini memfokuskan pada aset
pengambilan keputusan secara efektif, tepat lancar dan kewajiban lancar. Solvabilitas adalah
dan cepat serta bertindak independen (Komite kemampuan jangka panjang perusahaan untuk
Nasional Kebijakan Governance, 2006) memenuhi kewajiban jangka panjangnya (Ross
dkk., 2009:83). Pengukuran solvabilitas ini
Kinerja Perusahaan dapat disebut juga leverage ratio. Profitabilitas
Kinerja perusahaan merupakan suatu adalah ukuran kemampuan perusahaan untuk
gambaran tentang kondisi keuangan suatu menghasilkan laba dengan menggunakan asset
perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat dan mengelola operasinya secara efisien (Ross
analisis keuangan, sehingga dapat diketahui dkk., 2009:89). Rasio Profitabilitas, yaitu rasio
mengenai baik buruknya keadaan keuangan yang menunjukkan kemampuan perusahaan
suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi dalam mencetak laba. Untuk para pemegang
kerja dalam periode tertentu. Pengukuran saham (pemilik perusahaan), rasio ini

Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 168


Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan
Manufaktur)

menunjukkan tingkat penghasilan mereka dan Siddharta (2005) menyatakan bahwa


dalam investasi. ukuran perusahaan terbukti mempunyai
pengaruh negatif signifikan terhadap besaran
Asimetri Informasi dan Manajemen Laba pengelolaan laba, yang menunjukkan bahwa
Asimetri informasi dapat didefinisikan semakin kecil perusahaan semakin besar
sebagai situasi yang terbentuk karena principal pengelolaan laba yang dilakukan. Atas dasar
tidak memilki informasi yang cukup mengenai penjelasan tersebut, hipotesis yang diajukan:
kinerja agen sehingga principal tidak pernah H2: Ukuran perusahaan berpengaruh terhadap
dapat menentukan kontribusi usaha-usaha manajemen laba
agen terhadap hasil-hasil perusahaan yang
sesungguhnya (Ilham Firdaus, 2013). Menurut Kepemilikan Manajerial dan Manajemen
Jensen dan Meckling 1976, asimetri informasi Laba
merupakan suatu keadaan dimana manajer Kepemilikan manajerial merupakan
memiliki akses informasi atas prospek besarnya kepemilikan saham yang di miliki oleh
perusahaan yang tidak dimiliki oleh pihak luar manajer. Dari sudut pandang teori akuntansi,
perusahaan. Hal ini memberikan kesempatan manajemen laba sangat ditentukan oleh
bagi manajer untuk melakukan manajemen motivasi manajer perusahan. Motivasi yang
laba. Keberadaan asimetri informasi dianggap berbeda akan menghasilkan besaran
sebagai penyebab manajemen laba. Hasil manajemen laba yang berbeda, seperti antara
penelitian Tobing dan Mayanda (2010) manajer yang berbeda yang juga sekaligus
menyatakan bahwa asimetri informasi sebagai pemegang saham dan manajer yang
berpengaruh signifikan positif terhadap tidak sebagai pemegang saham. Dua hal
manajemen laba. Atas dasar penjelasan tersebut akan mempengaruhi manajemen laba,
tersebut, hipotesis yang diajukan: sebab kepemilikan seorang manajer akan ikut
H1: Asimetri Informasi berpengaruh terhadap menentukan kebijakan dan pengambilan
manajemen laba keputusan terhadap metode akuntansi yang
diterapkan pada perusahaan yang mereka
Ukuran Perusahaan dan Manajemen Laba kelola. Sehingga dapat dikatakan bahwa
Ukuran perusahaan juga berperanan persentase tertentu kepemilikan saham oleh
penting dalam perusahaan untuk melakukan pihak manajemen cenderung mempengaruhi
praktik manajemen laba. Ukuran perusahaan tindakan manajemen laba.Gideon (2005).
yang kecil dianggap lebih banyak melakukan Pemikiran ini didukung oleh Warfield, Wild &
praktik manajemen laba daripada perusahaan Wild (1995) dalam Boediono (2005)
besar. Hal ini disebabkan karena semakin besar kepemilikan manajerial memiliki hubungan
ukuran perusahaan, biasanya informasi yang negatif dengan manajemen laba. Hasil
tersedia untuk investor dalam pengambilan penelitian ini mendukung bukti bahwa
keputusan sehubungan dengan investasi dalam kepemilikan manajerial mengurangi dorongan
saham perusahaan tersebut semakin oportunistik manajer sehingga akan
banyak.dan perusahaan yang besar lebih mengurangi manajemen laba. Jadi semakin
diperhatikan oleh masyarakat sehingga mereka besar jumlah kepemilikan saham yang dimiliki
akan lebih berhati-hati dalam melakukan oleh pihak manajemen maka semakin kecil
pelaporan keuangan, sehingga berdampak kecendrungan manajer untuk melakukan
perusahaan tersebut melaporkan kondisinya manajemen laba. Atas dasar penjelasan
lebih akurat. Watts & Zimmerman (1978) tersebut, hipotesis yang diajukan:
menyatakan bahwa dukungan maupun H3: Kepemilikan manajerial berpengaruh
penentangan terhadap suatu rencana standar terhadap manajemen laba
akuntansi bergantung pada ukuran perusahaan
(menurut nilai aktiva) dan dampaknya terhadap Ukuran Dewan Direksi dan Manajemen
peningkatan atau penurunan laba yang Laba
dilaporkan. Dengan kata lain, ukuran Dewan direksi merupakan penghubung
perusahaan memiliki pengaruh terhadap antara pemegang saham dengan manajer.
manajemen laba. Damayanthi (2005). Veronica Tugas dewan direksi adalah meyakinkan bahwa

Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 169


Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan
Manufaktur)

manajer bertindak menurut kepentingan kerja perusahaan. Besar kecilnya ukuran


pemegang saham.Suatu dewan direksi (board perusahaan juga mempengaruhi kinerja
of director) dapat dikatakan ibarat jantung perusahaan. Semakin besar ukuran perusahaan
dalam perusahaan. Jumlah dewan direksi maka semakin besar kemungkinan laba yang
berpengaruh terhadap efektif tidaknya akan diperoleh, sehingga perusahaan besar
pengawasan kinerja manajer (CEO). Jumlah lebih menjanjikan kinerja yang baik (Lin 2006).
dewan direksi dapat membantu meningkatkan Calisir et al (2010 ), juga menemukan pengaruh
kinerja mereka dalam memonitor manajer. Jika positif ukuran perusahaan terhadap kinerja.
manajer dapat mengontrol dewan direksi serta Atas dasar penjelasan tersebut, hipotesis yang
adanya asimetri informasi maka akan lebih diajukan:
leluasa bagi manajer melakukan manajemen H6: Ukuran perusahaan berpengaruh
laba (Jensen, 1993). Atas dasar penjelasan terhadap kinerja perusahaan
tersebut, hipotesis yang diajukan:
H4: Ukuran dewan direksi berpengaruh Kepemilikan Manajerial dan Kinerja
terhadap manajemen laba Perusahaan
Teori keagenan menjelaskan bahwa
Asimetri Informasi dan Kinerja asimetri informasi antara manajer dengan
Perusahaan pemilik saham dapat membuka peluang bagi
Manager sebagai pengelola perusahaan /manajemen untuk melakukan praktik
lebih banyak mengetahui informasi internal dan manajemen laba yang menguntungkan dirinya
prospek perusahaan dimasa yang akan datang sendiri, tetapi apabila ada pihak-pihak
dibandingkan pemilik. Oleh karena itu, sebagai manajemen yang memiliki saham perusahaan,
pengelola manager berkewajiban memberikan hal ini dapat menjadi suatu fungsi pengendalian
sinyal mengenai kondisi perusahaan kepada yang efektif. Herawaty (2008). menyatakan
pemilik. Sinyal yang diberikan dapat dilakukan bahwa kepemilikan manajerial merupakan
melalui pengungkapan informasi akuntansi sarana pengawasan yang efektif sehingga
seperti laporan keuangan. Akan tetapi informasi dapat mengurangi tindakan manajemen laba
yang disampaikan terkadang tidak sesuai dari manajer.
dengan kondisi perusahaan sebenarnya. Harapan dari adanya kepemilikan manajerial
Asimetri informasi ini terjadi karena manager adalah bahwa para manajer puncak dapat lebih
lebih superior dalam menguasai informasi konsisten dalam menjalankan perusahaan,
dibanding pihak lain (pemilik atau pemegang sehingga tercipta keselarasan kepentingan
saham). Kondisi ini memberikan kesempatan antara manajemen dengan pemegang saham
kepada manager untuk bertindak oportunis dan dapat meningkatkan kinerja perusahaan
untuk memperoleh keuntungan pribadi. (Syafruddin, 2006). Penelitian yang dilakukan
Asimetri informasi ini akan membuka peluang oleh Oswald dan Jahera (1991), menyatakan
bagi manajer untuk melakukan tindakan bahwa kepemilikan manajerial dapat
manajemen laba yang bertujuan agar laba yang meningkatkan kinerja perusahaan. Atas dasar
merupakan cerminan kinerja perusahaan, penjelasan tersebut, hipotesis yang diajukan:
kelihatan lebih baik, walaupun sebenarnya tidak H7: Kepemilikan manajerial berpengaruh
mencerminkan kondisi perusahaan yang terhadap kinerja perusahaan
sebenarnya. Atas dasar penjelasan tersebut,
hipotesis yang diajukan: Ukuran Dewan Direksi dan Kinerja
H5: Asimetri informasi berpengaruh terhadap Perusahaan
kinerja perusahaan Salah satu asumsi dasar yang melandasi
teori keagenan adalah asumsi tentang
Ukuran Perusahaan dan Kinerja keorganisasian (Eisenhardt, 1989). Dalam suatu
Perusahaan organisasi, terdapat konflik antar anggota yang
Kinerja perusahaan merupakan mungkin timbul dan dapat memengaruhi
kemampuan perusahaan dalam memberikan produktivitas perusahaan dan juga arus
keuntungan yang berasal dari asset, utang informasi kepada pihak eksternal. Pfeffer dan
maupun modal dan juga merupakan prestasi Salancik (dalam Sekaredi, 2011), menjelaskan

Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 170


Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan
Manufaktur)

bahwa semakin besar kebutuhan akan Jenis Penelitian


hubungan eksternal yang semakin efektif, maka Penelitian ini menggunakan pendekatan
kebutuhan akan dewan dalam jumlah besar kuantitatif karena merupakan data kuantitatif
akan semakin tinggi. Oleh karena itu, ukuran dan menggunakan pendekatan kausalitas
dewan direksi berperan dalam kinerja eksplanatoris.
perusahaan dan dapat mengurangi konflik
keagenan yang terjadi di perusahaan. Hasil Sumber Data, Populasi dan Sampel
penelitian yang dilakukan Dalton et al. dalam Penelitian ini menggunakan data
Sam’ani (2008), menunjukkan bahwa ukuran sekunder dari Bursa Efek Indonesia yang
dewan direksi berhubungan positif dengan berupa annual report, laporan keuangan yang
kinerja. Atas dasar penjelasan tersebut sudah diaudit, data harga saham bid dan ask
hipotesis yang diajukan: perusahaan manufaktur dari tahun 2012
H8: Ukuran dewan direksi berpengaruh sampai dengan tahun 2015. Populasi penelitian
terhadap kinerja perusahaan adalah perusahaan manufaktur yang
menerbitkan laporan keuangan dari tahun
Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan 2012-2015. Pengambilan sampel menggunakan
Dalam hal pelaporan keuangan, metode purposive sampling. Perusahaan
manager dapat melakukan manajemen laba. manufaktur yang memenuhi syarat sepanjang
Manager sangat berkepentingan terhadap laba tahun 2012 – 2015 berjumlah 37 perusahaan
karena laba merupakan salah satu parameter sehimgga jumlah sampel penelitian 148.
kinerja perusahaan yang mendapat perhatian
utama dari investor dan kreditur karena mereka Pengukuran dan Definisi Operasional
menggunakan laba untuk mengevaluasi kinerja Variabel, dan Metode Analisis Data
manajemen. Investor dan kreditor Variabel Independen
menggunakan informasi laba sebagai salah satu 1. Asimetri Informasi
informasi untuk menentukan nilai perusahaan. Dalam penelitian ini asimetri informasi
Manajemen laba yang dilakukan diproksikan dengan bid-ask spread yang
manager perusahaan akan mengakibatkan laba dapat dirumuskan sebagai berikut:
yang disajikan tidak menggambarkan keadaan SPREAD = (aski,t– bidi,t)/{(aski,t+ bidi,t)/2} x
ekonomik perusahaan yang sebenarnya yang 100
dapat menyesatkan investor dalam menilai
perusahaan. Sebagai contoh, manager Keterangan :
melakukan manajemen laba dan melaporkan SPREAD: Relative bid ask spread perusahaan i
laba padahal sebenarnya perusahaan rugi, laba pada hari t
akan di reaksi oleh pasar sehingga harga pasar Aski,t : harga ask (tawar) tertinggi saham
naik dan nilai perusahaan meningkat, padahal perusahaan i yang terjadi pada hari t
sebenarnya nilai pasar turun karena kinerja Bidi,t : harga bid (minta) terendah saham
perusahaan tidak baik (Ferdawati, 2009). Atas perusahaan i yang terjadi pada hari t
dasar penjelasan tersebut, hipotesis yang
diajukan: 2. Ukuran Perusahaan menggunakan proksi
H9: Manajemen laba berpengaruh terhadap total asset
kinerja perusahaan
3. Kepemilikan Manajerial, dirumuskan
Metode Penelitian dengan:

jumlah saham yang dimiliki pihak manajemen


KM = x100 %
seluruh modal saham perusahaan yang beredar

4. Ukuran Dewan Direksi, dirumuskan dengan


jumlah dewan direksi

Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 171


Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan
Manufaktur)

Variabel Intervening TACt : total akrual dalam periode t


Manajemen Laba TAt-1 : total aset periode t-1
Dalam penelitian ini manajemen laba, ΔSAL : perubahan pendapatan atau
diproksikan dengan Descritionary Accrual, yang penjualan bersih dalam periode t
dapat dirumuskan sebagai berikut: PPEt : property, plan dan equipment
a). TACt = NIt – CFt periode t α1, α2, α3 : koefisien regresi
NIit : Laba Bersih
CFit: Arus Kas Operasi Variabel Dependen
b). Total Accrual yang diestimasi dengan OLS Kinerja Perusahaan
TACt / TAt-1 = α1(1 / TAt-1) + α2(ΔSALt / Dalam penelitian ini kinerja perusahaan
TAt-1) + α3(PPEt / TAt-1) + ε dirumuskan dengan,

Laba sebelum bunga dan pajak + depresiasi


CFROA =
Total Aktiva

Metode Analisis Data Model I


Analisis Jalur (Path Analysis) dengan Man_laba = α + βAsim_Inf + βUk_Perush +
menggunakan 2S OLS (Two Stage Ordinary βKep_Mnjr +βUk_DD
Least Square). Untuk menganalisis pengaruh Model II
Asimetri Informasi, Ukuran Perusahaan, Kinerja_Perush = α + βAsim_Inf + βUk_Perush
Kepemilikan Manajerial dan Ukuran Dewan + βKep_Mnjr +βUk_DD
Direksi terhadap Manajemen Laba, pengaruh Model III
Asimetri Informasi, Ukuran Perusahaan, Kinerja_Perush = α + βMan_laba
Kepemilikan Manajerial dan Ukuran Dewan
Direksi terhadap Kinerja Perusahaan dan Hasil dan Penelitian
menganalisis pengaruh Manajemen Laba Deskripsi Data
terhadap Kinerja Perusahaan.

Tabel 1
Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics

N Minimum Maximum Mean Std. Deviation


Asim_inf 148 .00 22.22 3.2541 3.58144
Ukuran_Perush 148 25.58 33.13 28.0721 1.66597
Kep_Mnjrl 148 .00 .49 .0297 .07794
Uk_Dewandir 148 2.00 13.00 5.0068 2.53277
Mnj_Laba 148 -.82 .32 -.0095 .11681
Kinerja_perush 148 -.15 .62 .0802 .11044
Valid N (listwise) 148

Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 172


Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan
Manufaktur)

Pengujian Hipotesis Ukuran Dewan Direksi terhadap Manajemen


Pengaruh Asimetri Informasi, Ukuran Laba (model I)
Perusahaan, Kepemilikan Manajerial dan

Tabel 2
Hasil Analisis Regresi (Model I)
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
Model B Std. Error Beta T Sig.
1 (Constant) -.281 .343 -.821 .415

Asim_Inf -.019 .008 -.311 -2.503 .015


Ukuran_Perush .011 .013 .125 .836 .407
Kep_Manjrl -.058 .027 -.272 -2.187 .033
Uk_DewanDir -.001 .011 -.013 -.089 .929
a. Dependent Variable: Mnj_Laba

Pengujian Hipotesis Model II Ukuran Dewan Direksi terhadap Kinerja


Pengaruh Asimetri Informasi, Ukuran Perusahaan (model II)
Perusahaan, Kepemilikan Manajerial dan

Tabel 3
Hasil Analisis Regresi (Model II)
Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) -.275 .173 -1.593 .116
Asim_Inf .002 .004 .081 .643 .523
Ukuran_Perush .014 .007 .312 2.068 .043
Kep_Manjrl -.042 .013 -.390 -3.105 .003
Uk_DewanDir -.015 .006 -.403 -2.695 .009
a. Dependent Variable: Kinerja_Perush

Pengujian Hipotesis Model III Pengaruh Manajemen Laba terhadap Kinerja


Perusahaan

Tabel 4
Hasil Analisis Regresi (Model III)
Standardized
Unstandardized Coefficients Coefficients
Model B Std. Error Beta t Sig.
1 (Constant) .048 .008 6.345 .000
Mnj_Laba .141 .059 .283 2.379 .020
Dependent Variable: Kinerja_Perush

Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 173


Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan
Manufaktur)

Hasil pengujian menunjukkan bahwa perusahaan.


manajemen laba berpengaruh terhadap kinerja Uji Model Regresi Two Stage Least Square

Tabel 5
Perhitungan Pengaruh Langsung dan Tidak Langsung
Koefisien Asim Inf, UP, KM, Koefisien Man_Laba Pengaruh Tidak Pengaruh Keterangan
UDD terhadap Man_Laba terhadap Kinerja_Perush Langsung Langsung

Koef Asim_Inf -0,311 0,283 -0,088013 0,081


Koef UP 0,283 0,035375 0,312
0,125 0,283 -0,076976 -0,390
Koef KM -0,272 0,283 0,003679 -0,403 Tidak
Koef UDD - 0,204043 1,186 memediasi
0.013
Total
0,721

Hasil uji secara parsial (model I) perusahaan. Ini menunjukkan bahwa semakin
menunjukkan bahwa asimetri informasi tinggi ukuran dewan direksi maka semakin
berpengaruh negative terhadap manajemen rendah kinerja perusahaan.
laba. Hal ini menunjukkan bahwa semakin Hasil uji (model 3), manajemen laba
tinggi asimetri informasi maka tindakan berpengaruh positif terhadap kinerja
manajemen laba semakin menurun dan perusahaan, artinya bahwa semakin tinggi
sebaliknya. Hasil penelitian ini bertentangan tingkat manajemen laba maka kinerja
dengan penelitan yang dilakukan oleh perusahaan juga semakin tinggi dan sebaliknya.
Richardson (1998), bahwa terdapat hubungan Hasil uji Model Regresi Two Stage Least Square
yang sistematis antara magnitut asimetri Pengaruh Asimetri Informasi, Ukuran
informasi dan tingkat manajemen laba, namun Perusahaan, Kepemilikan Manajerial, Ukuran
ditemukan bahwa asimetri informasi tidak Dewan Direksi terhadap Kinerja Perusahaan
berpengaruh signifikan positif terhadap yang dimediasi oleh Manajemen Laba.
manajemen laba. Kepemilikan manajerial Menunjukkan bahwa manajemen laba tidak
berpengaruh negative terhadap manajemen mampu memediasi pengaruh asimetri
laba, menunjukkan bahwa semakin besar informasi, ukuran perusahaan, kepemilikan
kepemilikan manajerial maka tindakan manajerial dan ukuran dewan direksi terhadap
manajemen laba yang dilakukan oleh kinerja perusahaan.
manajemen semakin menurun dan sebaliknya.
Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan Kesimpulan
oleh Warfield, Wild & Wild (1995) dalam Penelitian ini bertujuan untuk
Boediono (2005) kepemilikan manajerial memberikan bukti empiris mengenai pengaruh
memiliki hubungan negatif dengan manajemen asimetri informasi, ukuran perusahaan,
laba. kepemilikan manajerial dan ukuran dewan
Hasil uji secara parsial (model 2) , direksi terhadap kinerja perusahaan dengan
ukuran perusahaan berpengaruh positif manajemen laba sebagai variabel intervening.
terhadap kinerja perusahaan. Hal ini Hasil pengujian menunjukkan bahwa, pada
menunjukkan bahwa semakin besar ukuran model I hanya variabel asimetri informasi dan
perusahaan maka kinerja perusahaan juga akan kepemilikan manajerial yang berpengaruh
semakin besar dan sebaliknya. Kepemilikan terhadap manajemen laba, sedangkan pada
Manajerial berpengaruh negative terhadap model II, ukuran perusahaan, kepemilikan
kinerja perusahaan. Hal ini mengindikasikan manajerial dan ukuran dewan direksi
bahwa semakin tinggi kepemilikan manajerial berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
maka kinerja perusahaan justru semakin Pengujian model III, menunjukkan manajemen
menurun, dan sebaliknya. Ukuran Dewan laba berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.
Direksi berpengaruh negative terhadap kinerja
Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 174
Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan
Manufaktur)

Hasil pengujian juga membuktikan bahwa Terdaftar di Bursa Efek


manajemen laba tidak mampu memediasi Indonesia.Universitas Udayana.Bali
pengaruh asimetri informasi, ukuran
perusahaan, kepemilikan manajerial dan ukuran Nasution, Marihot dan Doddy Setiawan, (2007).
dewan direksi terhadap kinerja perusahaan. Pengaruh Corporate Governance
terhadap Manajemen Laba di Industri
Daftar Pustaka Perbankan Indonesia. Simposium
Boediono, Gideon SB. (2005). Kualitas Laba : Nasional Akuntansi X. Makassar.
Studi Pengaruh Mekanisme Corporate
Governance dan Dampak Manajemen Ningsaptiti, Restie. (2010). Analisis Pengaruh
Laba dengan Menggunakan Analisis Ukuran Perusahaan dan Mekanisme
Jalur. Simposium Nasional Akuntansi Corporate Governance terhadap
VIII. Solo. Manajemen Laba. Universitas
Diponegoro. Semarang.
Bukhori,Iqbal. (2012). Pengaruh Good
Corporate Governance dan Ukuran Panggabean, Ryan Raymond. (2011). Pengaruh
Perusahaan Terhadap Kinerja Corporate Governanc terhadap Praktek
Perusahaan(Studi Empiris pada Manajemen Laba Pada Perusahaan Go
Perusahaan yang Terdaftar di BEI Public di Indonesia, Universitas
2010). Universitas Diponegoro. Diponegoro. Semarang.
Semarang
Pradita, Okta Rezika. (2010). Analisis Pengaruh
Fachrudin, Khaira Amalia, (2011), Analisis Mekanisme Corporate Governanace
Pengaruh Struktur Modal, Ukuran terhadap Manajemen Laba dan Nilai
Perusahaan dan Agency Cost terhadap Perusahaan Pada Perusahaan
Kinerja Perusahaan, Jurnal Akuntansi Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek
dan Keuangan vol 18 Indonesia (BEI) pada Tahun 2005-
2008,Universitas Diponegoro.Semarang
Ferawati, (2009), Pengaruh Manajemen Laba
Real terhadap Nilai Perusahaan, Jurnal Rahmawati, dkk. (2006). Pengaruh Asimetri
Akuntansi dan Management vol 4 no 1 Informasi terhadap Praktik Manajemen
Laba pada Perusahaan Perbankan Publik
Jensen and Meckling, (1976), Theory Of The yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta,
Firm, Managerial Behavior, Agency Cost Simposium Nasional Akuntansi IX.
and Ownership Structure, Journal Of
Financial Economics, October, 1976 Siregar, Sylvia Veronica N.P dan Siddharta
Utama. (2005). Pengaruh Struktur
Lin, Kun Lin, (2006), Study in Related Party Kepemilikan, Ukuran Perusahaan, dan
Transaction with Mainland China in Praktek Corporate Governance terhadap
Taiwan Enterprise, Desertation, Pengelolaan Laba (Earnings
Department of Management, University Management). Simposium Nasional
Guo Cheng Gong China Akuntansi VIII. Solo

Listiana, Nourma. (2011). Likuiditas Pasar Sulistyanto,H, Sri. (2008). Manajemen Laba :
Saham dan Asimetri Informasi di Teori dan Model Empiris. Jakarta :
Seputar Pengumuman Laba Triwulan. Grasindo
Universitas Diponegoro. Semarang
Suryani, Dewi Indra. (2010). Pengaruh
Muliati, Ni Ketut Muliati. (2011). Pengaruh Mekanisme Corporate Governance dan
Asimetri Informasi dan Ukuran Ukuran Perusahaan Terhadap
Perusahaan Pada Praktik Manajemen Manajemen Laba Pada Perusahaan
Laba di Perusahaan Perbankan yang

Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 175


Faktor – Faktor yang Berpengaruh terhadap Manajemen Laba dan Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan
Manufaktur)

manufaktur yang Terdaftar di BEI,


Universitas Diponegoro.Semarang

Tarigan, Theresia Christina. (2011). Pengaruh


asimetri Informasi,Corporate
Governance dan Ukuran Perusahaan
Terhadap Praktik Manajemen Laba
(Studi Pada Perusahaan Manufaktur
yang Terdaftar di BEI 2008-
2010).Universitas Pembangunan
Nasional”Veteran”.Yogyakarta

Ujiyantho,Muh. Arief dan Bambang Agus


Pramuka. (2007). Mekanisme Corporate
Governance, Manajemen Laba dan
Kinerja Keuangan. Simposium Nasional
Akuntansi X. Makassar

Wardani dan Masadoh. (2011). Pengaruh


Asimetri Informasi, Struktur Kepemilikan
Manajerial dan Leverage terhadap
Praktik Manajemen Laba dalam Industri
Perbankan di Indonesia, Proceeding
PESAT, Vol 4, Oktober 2011, ISSN 1858-
2559

Jurnal Ekonomi Volume 9 Nomor 2, November 2018 176

You might also like